SUARA CIANJUR - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah mengumumkan keputusannya untuk secara langsung memimpin Komite Wasit dengan tujuan menghindari intervensi dan menjaga integritas dalam sepakbola Indonesia.
Dalam pernyataannya, Erick mengklaim bahwa kepemimpinannya akan memungkinkannya untuk mengambil tindakan langsung jika terdapat dugaan pelanggaran.
"Jadi, Komite Wasit saya pimpin sendiri. Kalau ada yang aneh-aneh, kan bisa dihukum seumur hidup langsung. Karena memang komitmennya seperti itu," ungkap Erick saat berada di Jakarta pada Rabu (5/7/2023).
Langkah Erick untuk memimpin Komite Wasit ini sejalan dengan pertemuannya bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu yang lalu.
Pada kesempatan itu, keduanya menandatangani nota kesepahaman tentang penindakan terhadap dugaan praktik mafia dalam dunia sepakbola Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Erick dan Listyo membahas upaya untuk memberantas korupsi, manipulasi hasil pertandingan, dan tindakan mafia dalam sepakbola Tanah Air.
Dengan kepemimpinan Erick di Komite Wasit, diharapkan akan tercipta transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik dalam sistem pengaturan wasit di Indonesia.
Erick menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmennya untuk membersihkan sepakbola Indonesia dari praktik-praktik yang merusak citra dan integritas olahraga tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa jika terbukti ada kejanggalan, sanksi yang diberikan bisa mencakup larangan seumur hidup. (*)
Baca Juga: Menyedihkan! Wasit Mini Turnamen U20 Belum Dibayar PSSI, Pak Erick Thohir Tolong Bantu Bersihkan!
Berita Terkait
-
Menyedihkan! Wasit Mini Turnamen U20 Belum Dibayar PSSI, Pak Erick Thohir Tolong Bantu Bersihkan!
-
Seleksi Timnas Indonesia untuk Piala Dunia U17 Dimulai, Indra Sjafri Komitmen Sajikan Pemain yang Terbaik
-
Anggaran Rp 6 Miliar Diperlukan untuk Ganti Rumput di Jakarta International Stadium (JIS)
-
Alami Gangguan Kesehatan Mata Selama 6 Tahun, Kurnia Meiga Akui Masih Ingin Aktif di Dunia Sepak Bola: Kita Tak Tahu Mukjizat Allah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?