SUARA CIANJUR - Kasus korupsi BTS yang melibatkan Menteri Dito Ariotedjo telah menjadi perhatian publik sejak awal tahun ini.
Dalam kasus ini, Menteri Dito diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan proyek BTS.
Anggota Komisi III DPR, Romo Syafi'i, mengungkapkan kebutuhannya akan data pembanding untuk mengevaluasi kecepatan mitra kerjanya dalam melimpahkan perkara ke persidangan.
Hal ini terkait dengan perkara korupsi proyek BTS yang melibatkan Menteri Dalam Negeri, Dito Ariotedjo.
Sebagai anggota Komisi III DPR yang memiliki tanggung jawab dalam pengawasan penegakan hukum, Romo Syafi'i merasa perlu memiliki data yang lengkap dan objektif sebelum mengeluarkan pendapat atau penilaian.
Ia tidak ingin berspekulasi tanpa memiliki dasar yang kuat. Oleh karena itu, Romo Syafi'i memilih untuk memberikan asumsi baik terlebih dahulu terhadap Kejaksaan, sambil tetap berharap adanya data pembanding yang bisa digunakan untuk menilai lebih lanjut.
Menurutnya, Menteri Dito lamban diperiksa dalam kasus tersebut. Namun, Romo Syafi'i memilih untuk memberikan asumsi baik terlebih dahulu, daripada meminta klarifikasi langsung kepada Korps Adhyaksa.
"Karena saya tidak punya data bandingan untuk mengatakan ternyata pihak Kejaksaan terburu-buru, kecuali saya punya data pembanding saya pasti bisa menilai ini terburu-buru atau tidak, kalau ini saya masih berbaik sangka," ujar Romo Syafi'i, di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (5/7/2023). (*)
Baca Juga: Menyedihkan! Wasit Mini Turnamen U20 Belum Dibayar PSSI, Pak Erick Thohir Tolong Bantu Bersihkan!
Berita Terkait
-
Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, Diperiksa sebagai Saksi Terkait Kasus Korupsi Infrastruktur Telekomunikasi
-
Mengungkap Peran Suami Puan Maharani dalam Kasus Korupsi BTS Kominfo
-
Sukses Datangkan Argentina di FIFA Matchday, Indonesia Siapkan Lawan Kuat Selanjutnya, Siapakah Itu?
-
Kasus Korupsi Menara BTS Bergulir Jauh, Kejagung Umumkan Tersangka Bertambah
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Lembap Maksimal! 4 Moisturizer Cream Murah yang Ampuh Atasi Kulit Kering
-
Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran
-
Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem
-
4 Cleansing Oil Squalane, Angkat Makeup Kulit Kering dan Rawat Skin Barrier
-
Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan
-
Sepatu Lari Plat Karbon untuk Pace Berapa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal
-
Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita
-
Fenomena Demo Wajan: Saat Legitimasi Kebijakan Cuma Seharga Rp100 Ribu
-
Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal
-
Heboh! Shakira Kepergok Dicium Pria Misterius Saat Nonton Argentina vs Austria, Siapa Dia?