SUARA CIANJUR - Bisnis klub Persija semakin melebar di era digital dengan adanya kerjasama eksklusif bersama platform Virtualness.
Dalam kolaborasi yang penting dan bersejarah ini, diketahui klub sepak bola terkemuka di Indonesia, Persija, dan platform digital AI generatif berbasis mobile,
Virtualness, bertujuan untuk menghadirkan pengalaman interaktif, menghibur, dan memberikan reward kepada para suporter dan pendukung melalui produk digital.
Dikutip cianjur.suara.com dari Instagram @persija pada Jumat (28/7/2023), Teknologi mutakhir dari Virtualness akan memberikan akses kepada seluruh suporter dan pendukung Persija untuk memiliki, menemukan, mengumpulkan, dan bahkan menjual momen-momen penting dan tak terlupakan dari Persija dalam bentuk koleksi digital.
Peresmian kerjasama ini menjadi momen spesial yang dihadiri oleh BOD Persija, Virtualness, dan dua pemain muda Persija yang juga menjadi bagian dari Timnas.
Postingan di Instagram klub sepak bola tersebut menandai perluasan bisnis Persija ke dunia digital.
"Sebuah momen spesial yang dihadiri oleh BOD Persija, Virtualness, dan dua pemain muda Persija yang juga menjadi bagian Timnas, menandakan lini bisnis Persija makin melebarkan sayapnya ke dunia digital," tulis Persija.
Namun, beberapa komentar dari warganet dan Jakmania mengungkapkan berbagai pandangan terkait hal ini.
Salah satu warganet dan Jakmania menyuarakan rasa malu terhadap jargon Persija "TO THE NEXT LEVEL" yang dianggapnya tidak sesuai dengan prestasi klub.
"Embel 'TO THE NEXT LEVEL' mending dihapus aja dulu lah, malu sama keadaan klub.. Kalau nanti prestasinya di era modern ini sudah bisa dilihat baru deh terserah mau ngasih embel-embel apalah," tulis akun @uma***.
Kemudian ada juga yang mengecam kebijakan pembelian pemain asing yang dianggapnya coba-coba dan menguras biaya besar.
Ia lebih merekomendasikan untuk merekrut pemain asing dari tim sesama Indonesia yang sudah terbukti kualitasnya.
"Bisnis berkembang pesat tapi beli pemain asing ngos-ngosan. Kebanyakan coba-coba sih. Ambil pemain dari eropa mahal-mahal tapi gak cocok di Indonesia. Susah banget nyari pemain yang bagus. Mending semua asingnya bajak dari tim sesama indonesia aja yang udah keliatan kualitasnya kayak ryo," tulis akun @ran***.
Sementara itu, ada juga yang mengkritik fokusnya klub hanya pada aspek bisnis dan pembelian pemain asing. Ia menyoroti kebutuhan untuk lebih memperhatikan prestasi klub secara keseluruhan.
Tak ketinggalan, ada juga yang menyampaikan pandangan yang pesimistis, menyoroti bahwa bisnis yang besar tak akan berarti apa-apa jika prestasi klub tidak mengikuti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi