Deli - Robi Syahputra berharap pelaku pengeroyokan terhadap anaknya di Jalan Tanah Garapan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang pada Senin (6/6/2022) dinihari segera ditangkap dan dihukum setimpal. Akibat pengeroyokan, anaknya tidak bisa berbicara karena bibirnya dijahit dan lima giginya patah.
Dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa (7/6/2022) siang, Robi menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat anaknya dan teman-temannya pulang dari acara ulang tahun di sebuah kafe tak jauh dari lokasi kejadian. Sebelumnya saat joget-joget di acara itu, sempat terjadi keributan antara seseorang dengan teman anaknya. Keributan itu sebenarnya sudah didamaikan di lokasi.
Namun saat anaknya dan beberapa temannya pulang, ternyata sekelompok orang mencegat dan langsung menganiaya korban dengan membabi buta. Anaknya dihantam batu dan mengenai bagian wajahnya. Akibatnya, bibirnya pecah sehingga harus dijahit. Kemudian lima giginya patah. "Anak saya sekarang tak bisa ngomong karena bibirnya dijahit, lima gigi patah, atas dan bawah," katanya.
Usai kejadian itu, anaknya bernama Bagas Syahputra dan temannya yang juga dikeroyok M. Iqbal Ananda mengalami luka-luka sehingga harus dibawa ke RS Pirngadi. Iqbal, dianiaya, tangannya disayat dan sepeda motornya dibawa kabur oleh pelaku. Kasus ini sudah dilaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan. "Harapannya, pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal dengan perbuatannya," katanya.
Atas kasus ini, lanjut Robi, pihaknya sudah membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan. Dia berharap agar pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal dengan perbuatannya. Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol M. Agustiawan mengatakan kasus itu sudah ditindaklanjuti. "Kami tindaklanjuti. Penanganannya silakan berkoordinasi dengan Kanit Reskrim," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Link dan Cara Voting Logo HUT ke-81 RI, Ini Kandidat Resmi yang Bersaing
-
Istana Rilis 5 Calon Logo HUT 81 RI, Masyarakat Bisa Pilih Langsung
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
Ulang Tahun Hoshi SEVENTEEN Diwarnai Aksi Mulia untuk Ratusan Anak Zambia
-
Red Velvet Dikabarkan Comeback Agustus 2026, Reuni Perdana Usai 2 Tahun
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel