Deli.Suara.com - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin mengatakan sejak operasi militer Rusia ke Ukraina, harga gandum memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan, hampir dua kali lipat kenaikannya.
"Harga gandum yang sempat berada dikisaran 780-an US Dolar per bushel, meroket hingga mendekati 1.300 US Dolar per bushel hanya dalam kurun waktu sekitar dua bulan," ujarnya seperti dikutip dari suarasumut.id, Jumat (12/8/2022).
Dikhawatirkan hal ini berdampak pada kenaikan harga produk turunan dari gandum seperti mie instan, tepung, biskuit, roti dan sejumlah produk turunan lainnya.
"Kalau untuk roti sendiri, harganya sudah mengalami kenaikan sekitar 15% di bulan juni lalu. Dan kalaupun ada rencana kenaikan harga produk mie instan yang mencapai 3 kali lipat, saya pikir masuk akal," ungkap Gunawan.
Meski begitu Gunawan menyampaikan rencana menaikkan harga mi instan sebesar 3 kali lipat tidak akan dilakukan jika menimbang fluktuasi pada harga gandum tersebut.
"Saya sangat yakin dengan fluktuasi pada harga gandum belakangan ini, perusahaan mi instan tidak akan lantas dengan mudah menaikkan harga," ungkapnya.
Ditambah lagi, kata Gunawan produsen mi instan di tanah air ada banyak, jadi tidak mudah menaikkan harga jual kalau yang lainnya justru tidak melakukan.
"Saya perkirakan kalaupun harga mie instan ini naik, kenaikannya tidak akan sampai 3 kali lipat," jelasnya.
Ia mengatakan dampak dari kenaikan harga mi instan ini memang cukup besar mempengaruhi pengeluaran masyarakat
Baca Juga: BMKG Pantau 52 Titik Panas Rawan Karhutla di Sumut, Ini Lokasinya
"Karena konsumsi mie instan ini cukup besar di indonesia, yakni sekitar 170 bungkus per kapita per tahun," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Suara Pedagang Warmindo Yogya Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat
-
Tanggapan Pedagang dan Anak Kos di Medan soal Kabar Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat
-
Bukan Tiga Kali Lipat, Segini Kenaikan Harga Mi Instan di Sumsel
-
Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat? Begini Penjelasan Bos Indofood
-
Begini Caranya Berhenti Ketagihan Mi Instan! Lagian Harganya Juga Mau Naik
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata