Deli.Suara.com - Pertamina Patra Niaga mencatat ada kanaikan konsumsi BBM subsidi jenis Bio Solar dan Pertalite. Hal tersebut karena meningkatnya mobilitas masyarakat dan membaiknya kondisi pandemi Covid-19.
Hal tersebut dikatakan Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Agustiawan, Selasa (23/8/2022).
"Kami mencatat bahwa terjadi peningkatan konsumsi produk BBM Bio Solar dan Pertalite. Meningkatnya mobilitas masyarakat dan membaiknya kondisi pandemi Covid-19 menjadi beberapa alasan peningkatan permintaan tersebut," kata Agustiawan.
Ia mengatakan hingga Juli 2022 konsumsi Bio Solar di Sumatera Utara (Sumut) menyentuh 66 persen dari total kuota penyaluran tahunan. Adapun rata-rata konsumsi harian Bio Solar di Sumut mencapai 3.377 KL/hari.
"Angka konsumsi tersebut terjadi peningkatan dibanding dengan Juli 2021 yaitu mencapai 3.036 KL/hari (Yoy)," ujar Agustiawan.
Khusus produk Pertalite, kata Agustiawan, hingga Juli 2022 sudah menyentuh angka 71 persen dari total kuota penyaluran tahunan.
Rata-rata konsumsi harian di Sumut mencapai 4.606 KL/hari, meningkat jika dibandingkan dengan Juli 2021 yang mencapai 3.528 KL/hari (Yoy).
"Adapun ketahanan stok bio solar di Integrated Terminal Medan Group sangat baik, yaitu mencapai 18 hari. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir angka tersebut belum termasuk stok yang berada di kilang dan kapal saat ini," tandasnya.
Dirinya memastikan bahwa pasokan atau stok dan penyaluran BBM di Sumatera Utara aman.
"Kami pastikan bahwa penyaluran BBM bagi masyarakat di Sumut berjalan dengan lancar dan aman," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Demokrat Minta Pemerintah Tidak Seenak Jidat Naikan Harga BBM Subsidi
-
Ini Alasan yang Membuat Pemerintah Terpaksa Menaikkan Harga BBM
-
Menkeu Sri Mulyani Yakin Kuota BBM Pertalite Bakal Jebol, Lebihi 23 Juta Kiloliter
-
Sri Mulyani: Subsidi Energi Bengkak Rp198 Triliun Jika Harga BBM Tidak Naik
-
Nasib Sopir Angkot di Magelang: Sepi Penumpang dan Bayang-bayang Momok BBM Naik
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural