/
Senin, 05 September 2022 | 18:15 WIB
Demo tolak kenaikan harga BBM (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Beberapa aksi demo hari ini, Senin (5/9/2022), menolak kenaikan harga BBM. Demo terjadi di gedung DPR RI dan di dekat Istana Negara. 

Dalam aksi demo di depan gedung DPR RI, para mahasiswa ini meneriakkan nama Sambo ketika aksinya coba dihalangi oleh pihak kepolisian. 

Nama Sambo yang diteriakkan oleh para pendemo itu diduga adalah mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo yang menjadi dalang pembunuhan berencana terhadap anak buahnya, Brigadir J.

“Pak, kita di sini juga buat bapak, kali bensin turun kan juga bapak yang enak. Lagian bapak lebih baik ngurusin kasus Ferdy Sambo aja pak,” ucap salah satu peserta aksi yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), menggunakan pengeras suara di depan Gedung DPR RI, Senin (5/9/2022). 

Dalam aksinya, massa beberapa kali memancing emosi para aparat yang berjaga, namun tidak ada bentrokan atau benturan. 

Para mahasiswa mencoba menutup jalan depan Gedung DPR RI. “Lima langkah ke depan! Revolusi, revolusi, revolusi,” sambil merangsek ke barisan petugas.

Sementara itu, aksi demo lainnya digelar organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII di kawasan Istana Negara untuk demo menolak kenaikan harga BBM.

Aksi tolak kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh PMII di Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, berjalan ricuh.

Dari pantauan, usai pagar kawat berduri diterobos massa, aksi dorong-dorongan terjadi. Tampak polisi yang berjaga di lokasi mencoba menghadang massa yang hendak masuk ke Jalan Medan Merdeka Barat.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Hampir Semua Sektor Merasakan Dampaknya

Seorang peserta aksi yang ada di lokasi diamankan polisi karena diduga sudah menciptakan provokasi. Pelaku digiring oleh dua orang personel polisi menuju ke arah barisan barikade kepolisian.

Aksi dorong-dorongan antara polisi dan massa terjadi sekitar 10 menit. 

Setelah itu, aksi dorong-dorongan terjadi lagi karena ada peserta aksi yang melempar botol ke arah barisan polisi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komaruddin yang ada di lokasi terlihat mencoba menenangkan anggotanya yang terlibat dorong-dorongan dengan massa. 

Hingga kini massa PMII tertahan 20 meter setelah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Medan Merdeka Barat di dekat Patung Kuda Arjuna.

Sebelumnya diketahui, pemerintah menetapkan penyesuaian harga BBM subsidi Pertalite menjadi Rp10 ribu per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter mulai Sabtu pukul 14.30 WIB.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9/2022), mengatakan pemerintah juga menyesuaikan harga BBM subsidi untuk Solar dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter.

Kemudian, untuk BBM non subsidi, pemerintah menyesuaikan harga Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

“Ini berlaku satu jam sejak saat diumumkannya penyesuaian harga ini jadi akan berlaku pukul 14.30 WIB,” ucap Arifin.

Pemerintah memutuskan skema mengalihkan subsidi BBM menjadi bantuan sosial sehingga harga BBM mengalami penyesuaian. Saat ini besaran subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp502,4 triliun di APBN 2022, yang terdiri dari subsidi energi Rp208,9 triliun dan kompensasi energi sebesar Rp293,5 triliun.

Sumber: Suara.com 

Load More