/
Rabu, 07 September 2022 | 16:41 WIB
Cuitan anggota Partai Demokrat, Ricky Kurniawan saat tragedi mic mati kembali terjadi. (Foto: Suara.com)

Deli.Suara.com – Saat menyampaikan interupsi dalam sidang, mikrofon seorang anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Wllem Wandik tiba-tiba mati. Saat itu, Willem tengah menyampaikan ketidaksetujuan fraksinya mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Deputi Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Ricky Kurniawan Chairul melalui akun Twitternya mengunggah video mikrofon Willem Wandik yang mati tersebut.

“Arogansi ketua DPR RI mematikan mic saat anggota DPR RI PD menyatakan pandangannya menolak Kenaikan BBM kembali terjadi,” tulis Ricky Kurniawan. 

Video itu menampilkan dimana Willem Wandik tengah menyampaikan pendapatnya mengenai kenaikan BBM.

“Jika memang alasan kenaikan BBM itu subsidi dirasakan oleh masyarakat mampu, seharusnya pembelian BBM yang diatur agar konsumennya lebih tepat sasaran,” ujar Willem.

“Karena itu Fraksi Demokrat menilai pemerintah seharusnya melihat momentum ini untuk tidak memberatkan masyarakat,” tambahnya.

Willem menyebutkan bahwa Partai Demokrat mendukung pemerintah jika kebijakan serta programnya pro rakyat dan tepat sasaran.

“Tapi hari ini kebijakan yang diambil pemerintah belum tepat, kebijakan yang diambil justru membebani negara dan mencekik masyarakat,” ucap Willem.

“Oleh karena itu kami mengharapkan pemerintah perlu melakukan kajian dan langkah yang tepat, formulasi yang…” tambah Willem yang akhirnya terpotong karena mikrofonnya tiba-tiba mati.

Baca Juga: Nestle Kucurkan Dana Rp3,2 Triliun untuk Bangun Pabrik Baru di Kabupaten Batang

Tiba-tiba terdengar suara Puan Maharani sebagai pimpinan sidang yang mengatakan bahwa waktunya sudah habis, yaitu lima menit.

“Terima kasih Pak, waktunya sudah habis lima menit,” ucap Puan.

Video dengan durasi 2 menit 20 detik itu mengundang berbagai respons dari warganet.

“Ini adalah masalah adab dan akhlak, perilaku, kepribadian. Yah bisa dinilai, begitulah kondisi yang katanya wakil rakyat,” komentar warganet.

“Yang ada pembodohan, mic dimatiin itu emang waktunya abis, kudu daftar dulu. Ada di tatib,” tambah lainnya.

“Masih kalian sanjung dan pilih model seperti Puan sebagai capres? Kelakuan dia jadi ketua DPR RI yang menunjukkan ketidakmampuan dia menjadi pemimpin sudah jelas,” tambah warganet lainnya.

“Harusnya walkout dong, masa udah dimatiin micnya masih aja ngadem dalam gedung,” komentar warganet di kolom komentar.

“Suara wakil rakyat aja dibungkam, dimana suara rakyat,” timpal warganet lainnya.

Diketahui, DPR RI mengadakan Sidang Paripurna yang digelar untuk membahas pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2021. 

Dalam sidang tersebut turut diulas pula kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Sumber: Suara.com

Load More