/
Minggu, 11 September 2022 | 12:30 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Istimewa/suara.com)

Deli.Suara.com - Peretas dengan nama Bjorka terus melancarkan 'serangan' terhadap pemerintah maupun elit politik di Indonesia.

Teranyar, Minggu (11/9/2022) Bjorka menyentil Ketua DPR RI Puan Maharani terkait dengan perayaan ulang tahun saat ramai masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM.

"Apa kabar mba @puanmaharani_ri?. Bagaimana rasanya merayakan ulang tahun ketika banyak orang yang memprotes harga BBM tepat di depan kantor Anda?," cuit @bjorkanism yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Dalam cuitan lainnya, Bjorka juga menyindir beberapa nama-nama lainnya seperti Erick Thohir, dan juga Denny Siregar.

"Apa kabar pak @erickthohir ? Anda harus bekerja daripada berkeliling melakukan hal-hal yang tidak penting. percayalah. Anda tidak akan pernah menjadi presiden, jangan buang waktu Anda. Apakah kamu tidak peduli dengan harga bahan bakar saat ini?," tulis Bjorka.

Diketahui, publik di tanah air dihebohkan dengan peretas Bjorka yang mengklaim telah membocorkan dokumen-dokumen kepresidenan, termasuk surat-surat rahasia dari Badan Intelijen Negara atau BIN.

Informasi dirangkum, Sabtu (10/9/2022) Bjorka mengklaim data berukuran 40 MB itu berisi 679.180 dokumen, data-data tersebut dirampas per September 2022.

Jika benar, maka data-data tersebut akan termasuk dokumen dari pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk yang sifatnya rahasia

"Berisi surat transaksi juga dokumen yang dikirim ke Presiden, termasuk kumpulan surat yang dikirim Badan Intelijen Negara yang berlabel rahasia," tulis Bjorka dalam postingannya di forum online Breached.co.

Baca Juga: Menjajal Batu Katak Bahorok, Surganya Para Pecinta Gua

Sebelumnya Bjorka telah membuat pemerintah kerepotan dengan mengungkap kebocoran data kartu SIM Indonesia yang berjumlah miliaran, data pengguna Indihome, pelanggan PLN, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan beberapa perusahaan lainnya.

Ia menjual data-data tersebut di forum peretas online dengan harga beragam. Belum diketahui apa motif peretas Bjorka ini, tetapi hingga saat ini tampaknya ia hanya ingin mencari keuntungan finansial dari data-data yang dibocorkan.

Load More