Suara.com - Kasus kebocoran data semakin marak menimpa masyarakat dan pejabat negara negeri ini. Teranyar adalah kasus kebocoran data yang dilakukan oleh hacker yang bernama Bjorka.
Hacker diduga asal Polandia itu mengklaim telah meretas sejumlah dokumen yang dikirimkan ke Presiden Jokowi. Di dalamnya juga diklaim terdapat dokumen rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN). Sebelumnya, Bjorka juga disebut telah menyebarkan data pribadi dan alamat rumah Menkominfo Johnny G Plate.
Lantas masyarakat mesti melakukan apa demi menjaga keamanan digital mereka?
Pemeriksa Fakta Mafindo, Arief Putra Ramadhan, mengatakan teknologi internet dan media sosial menyimpan dampak negatif jika pengguna tidak sehat dalam menggunakannya.
Maka dari itu, pengguna internet dan media sosial dituntut bijak dalam beraktivitas digital. Kontrol pikiran, emosi, dan jari. Jangan pula acuh pada keamanan indentitas di media sosial.
"Keamanan digital diperlukan untuk menghindari kejahatan siber," ucap Arief dalam webinar bertajuk 'Digital Safety 101: Menjaga Keamanan Akun Media Sosial' ditulis, Minggu (11/9/2022).
Menurur Arif, keamanan digital meliputi kompetensi mengamankan perangkat dan identitas digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, serta keamanan digital bagi anak.
“Aktivitas yang kita lakukan di dunia digital pasti memiliki rekaman digital pula. Maka harus hati-hati dalam meninggalkan jejak. Bukalah website yang aman. Gunakan peramban terpercaya. Jangan mudah tergiur tautan yang mengiming-imingi hadiah atau uang. Selain itu, gunakan aplikasi resmi,” ucapnya.
Sementara, relawan TIK Kalimantan Barat Ira Dwi Lestari menambahkan perkembangan teknologi dan kemudahan menjadi salah satu faktor pendorong kejahatan di media sosial.
Baca Juga: Bjorka Trending Topic di Twitter: Dianggap Pahlawan Baru hingga Diminta Usut Kasus Sambo
Dia bilang kejahatan di media sosial bisa terjadi kapan pun, di manapun, dan menimpa siapa pun. Jenisnya yang paling umum yaitu phishing atau penipuan dengan cara mengelabui korban.
"Stalking juga termasuk dalam jenis kejahatan siber," kata Ira.
Menurutnya, stalking merupakan perhatian yang tidak diinginkan. Korban bisa menjadi ketakutan secara psikologis. Contoh kejahatan siber lain yaitu cyberbullying, hacking, OTP fraud, dan penyebaran konten ilegal (hoaks, pornografi).
“Dunia digital saat ini bisa dibilang dunia kita sekarang. Mari mengisinya sebagai ruang berbudaya, tempat belajar, berinteraksi dengan aman, nyaman, dan positif, sesuai etika dan norma yang berlaku,” tutur Ira.
Sementara itu, relawan TIK dari Provinsi Bali, I Komang Suartama menambahkan teknologi digital memberikan kenyamanan dan kepercayaan kepada penggunanya.
Bahkan di sektor keuangan, masyarakat saat ini juga mempercayakannya pada teknologi digital. Namun, di balik kemudahan dan kenyamanannya ada potensi keamanan digital. Mengakses internet secara sehat dan aman bisa menekan potensi tersebut.
Berita Terkait
-
Trending! Bjorka Ungkap Sosok Dalang Kasus Pembunuhan Munir
-
Bjorka Trending Topic di Twitter: Dianggap Pahlawan Baru hingga Diminta Usut Kasus Sambo
-
Alasan Bjorka Terus Bobol Informasi Rahasia Milik Pemerintah Indonesia
-
Hacker Bjorka Klaim Retas Surat Rahasia Jokowi, BSSN Berkoordinasi dengan PSE di Sekretariat Negara
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?
-
BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026
-
Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah
-
Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen
-
Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi
-
Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin
-
Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk
-
Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari
-
Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS
-
Harga Emas Antam Turun Drastis, Kembali Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram