Deli.Suara.com - Pegiat media sosial (Medsos), Ferdinand Hutahaean mengadakan polling pemilihan presiden (Pilpres) lewat akun Twitternya, Selasa (20/9/2022) kemarin.
Polling Pilpres 2024 ini dibuat Ferdinand Hutahaean, karena tidak percaya dengan hasil polling dari ILC yang menyebutkan kalau Anies Baswedan unggul 77 persen.
"Polling Pilpres setelah ILC membuat polling Pilpres dengan 77% memilih Anies Baswedan, kita coba bikin poling yang sama untuk menguji kebenaran @YoutubeILC," cuit Ferdinand Hutahaean di akun Twitternya.
Ada tiga nama kandidat yang diberikan Ferdinand Hutahaean dalam polling Pilpres itu, yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Tidak ada nama Puan Maharani yang juga digadang-gadang sebagai calon presiden 2024 nanti.
Namun hingga polling ditutup pada Rabu (21/9/2022) hari ini, nama Anies Baswedan malah unggul dalam polling yang dibuatnya sendiri.
Dalam polling itu, Anies Baswedan meraih suara pemilih sebanyak 63 persen, diikuti Ganjar Pranowo dengan pemilih sebanyak 31 persen dan terakhir Prabowo Subianto mendapat 6 persen.
Melihat hasil pollingnya sendiri, Ferdinand Hutahaean akhirnya mengakui keunggulan Anies Baswedan.
"Hasil akhir polling. Dari sini saya dapat pelajaran bahwa pasukan Medsos pendukung Anies lebih kuat di Twitter. Saya akui keunggulan kalian silahkan bangga mesti ini tidak merepresentasikan pemilih sesungguhnya," cuit Ferdinand.
Baca Juga: Pembentukan Dewan Kolonel di PDIP Dinilai Menjegal Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024
"Saya tetap menyatakan bahwa Anies tak akan jadi Capres 2024," sambungnya.
Sontak saja polling Ferdinand Hutahaean ini malah jadi bahan tertawaan warganet.
"Ngadain polling berharap jagoannya menang wkwkwkw, eh kalah wkwkwk," kata warganet @myali*****.
"Dia yang bikin poling dia yang nyesek. Itulah Om, bedanya buzzer yang memilih karena bayaran dan memilih karna keikhlasan," cuit warganet lainnya @rachm*****.
"Hasil poling ente ini bisa jadi rekomendasi partai-partai akan tertarik ke Anies, wkwk mantep ya," kata warganet lainnya @lsu*****.
Tag
Berita Terkait
-
Pembentukan Dewan Kolonel di PDIP Dinilai Menjegal Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024
-
Heboh Prabowo Minta Maaf ke Jokowi karena Jadi Tersangka Korupsi, Begini Faktanya
-
Pengamat Sebut Dewan Kolonel Akan Bikin Mulus Jalan Puan, Tapi Jegal Ganjar Pranowo
-
Tak Diundang ke Konsolidasi Pemenangan PDIP, Ganjar Pranowo Seperti Anak Kos di Partai Sendiri
-
Bikin Mulus Jalan Puan Maharani Nyapres, Munculnya Dewan Kolonel Jegal Ganjar Maju Pilpres 2024?
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural