“Kalau PDIP menawarkan Puan Maharani, hanya satu yang membuat Puan menang, semua ditangkapi saja,” katanya.
Selain itu, Andi juga menyinggung soal informasi yang diperoleh Susilo Bambang Yudhoyono soal adanya pemaksaan agar Pilpres hanya diikuti dua pasangan calon.
“Dia (SBY) sudah mendengar langsung, skenario dua pasang, lalu dia melakukan pengecekan pada orang yang mendengar langsung dari mulutnya Pak Presiden. Pak Presiden hanya mau dua calon,” ucap Andi.
“Kenapa dua calon Pak Presiden? Kan ada Anies ada Ganjar, O, Anies kan sebentar lagi masuk penjara,” tambahnya.
Dalam video tersebut, Andi Arief juga mengatakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan akan masuk bui jika tidak mau mengikuti skenario kecurangan Pemilu tersebut. Termasuk parpol lainnya jika tidak menurut juga akan bernasib sama.
“Terus partai-partai lain di KIB apa segala, kalau enggak nurut, tinggal masuk penjara saja,” ucapnya lagi.
Namun, ketika dikonfirmasi langsung kepada Andi Arief, ia meminta video tersebut tidak dikutip.
Ia juga membuat postingan dalam akun twitternya soal video yang beredar itu. Menurutnya, video itu hanya ditujukan untuk pihak internal. Ia mengaku khawatir jika dikutip ada beberapa bagian dipotong dan akhirnya menimbulkan salah paham.
“Sehubungan dengan beredarnya video wawancara saya, mohon untuk tidak dikutip. Pertama, itu buat internal. Kedua, ada beberapa bagian yang dipotong dan bisa membuat salah paham,” cuit Andi Arief dalam twitternya.
Baca Juga: Perang Ukraina: "Saya Disiksa karena Menolak Mengajarkan Bahasa Rusia"
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Heboh Video Andi Arief Soal Kecurangan Pemilu, Ketum Pemuda Muhammadiyah: Jangan Sebar Hoaks Dan Fitnah
-
PPP Tegaskan Belum Tentukan Rekomendasi Capres dan Cawapres
-
Mardiono: PPP Belum Tentukan Rekomendasi Capres-Cawapres, Semua Ada Mekanismenya
-
Bantah Andi Arief yang Sebut Jokowi Paksakan Dua Paslon, PPP: Demokrat Selalu Playing Victim
-
Soal Pernyataan Andi Arief dalam Video Beredar, Junimart PDIP: Asbun Bin Sesat
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Usai Michael, Jaafar Jackson Bakal Main Film Supermax Bareng Will Smith
-
Review 910 Haze Tempo, Sepatu Lari Ringan dan Murah Buat Tempo Run
-
Shandy Hermanto, Kades yang Bangun Kantor Desa Megah Kini Jadi Tersangka Bus ALS
-
BNI Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Perkuat Akses KPR bagi Masyarakat
-
Kasus Mutilasi Tanah Merah Depok, Pelaku Buang Potongan Kaki ke Sungai Pitara untuk Hilangkan Jejak
-
Meski Ekonomi RI Melambat, IHSG Tetap Nyaman di Level 6.300
-
Polemik Biaya Makan Pejabat: MBG untuk Rakyat, Jamuan Mewah untuk Pejabat?
-
Ulasan Dan Hujan Pun Berhenti: Kisah Kelam tentang Luka, Depresi, dan Harapan
-
Timnas Indonesia Layak Kalah dari Vietnam, John Herdman Dituding Arogan!
-
DPM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pertukangan Kayu-Pelatihan UMKM