/
Selasa, 27 September 2022 | 09:48 WIB
Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi. (Foto: Istimewa)

“Kalau PDIP menawarkan Puan Maharani, hanya satu yang membuat Puan menang, semua ditangkapi saja,” katanya.

Selain itu, Andi juga menyinggung soal informasi yang diperoleh Susilo Bambang Yudhoyono soal adanya pemaksaan agar Pilpres hanya diikuti dua pasangan calon.

“Dia (SBY) sudah mendengar langsung, skenario dua pasang, lalu dia melakukan pengecekan pada orang yang mendengar langsung dari mulutnya Pak Presiden. Pak Presiden hanya mau dua calon,” ucap Andi.

“Kenapa dua calon Pak Presiden? Kan ada Anies ada Ganjar, O, Anies kan sebentar lagi masuk penjara,” tambahnya.

Dalam video tersebut, Andi Arief juga mengatakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan akan masuk bui jika tidak mau mengikuti skenario kecurangan Pemilu tersebut. Termasuk parpol lainnya jika tidak menurut juga akan bernasib sama.

“Terus partai-partai lain di KIB apa segala, kalau enggak nurut, tinggal masuk penjara saja,” ucapnya lagi.

Namun, ketika dikonfirmasi langsung kepada Andi Arief, ia meminta video tersebut tidak dikutip.

Ia juga membuat postingan dalam akun twitternya soal video yang beredar itu. Menurutnya, video itu hanya ditujukan untuk pihak internal. Ia mengaku khawatir jika dikutip ada beberapa bagian dipotong dan akhirnya menimbulkan salah paham.

“Sehubungan dengan beredarnya video wawancara saya, mohon untuk tidak dikutip. Pertama, itu buat internal. Kedua, ada beberapa bagian yang dipotong dan bisa membuat salah paham,” cuit Andi Arief dalam twitternya. 

Baca Juga: Perang Ukraina: "Saya Disiksa karena Menolak Mengajarkan Bahasa Rusia"

Sumber: Suara.com 

Load More