Deli.Suara.com – Sebulan setelah kenaikan harga BBM bersubsidi, harga komoditas pangan mengalami kenaikan karena adanya kenaikan biaya transportasi.
Jika membandingkan harga pangan pokok antara kota Medan dengan Sumatera Utara secara keseluruhan, terlihat harga bahan pokok di Kote Medan cenderung lebih stabil dibandingkan dengan harga di luar Kota Medan. ini dikarenakan Medan masih tidak begitu jauh dari titik produksi pangan.
Selain Kota Medan, Siantar menjadi kota yang juga relatif sangat dekat dengan sejumlah basis produksi pangannya.
Sementara untuk Kota Sibolga, Padang Sidempuan hingga Gunung Sitoli, harganya cenderung lebih mahal dibandingkan dengan Kota Siantar dan Medan.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, mengacu pada PIHPS dan jika membandingkan harga sebelum BBM dinaikkan dengan harga akhir bulan ini.
Secara point to point, harga cabai merah di Kota Medan turun sekitar 59,3 persen di Kota Medan, sementara total wilayah Sumut mengalami penurunan 56,7 persen.
Berbeda dengan cabai rawit, di Kota Medan yang mengalami kenaikan harga 5,2 persen, sementara di Sumut harganya justru turun 12,7 persen.
Sementara untuk minyak goreng, baik curah dan kemasan di Kota Medan turun dalam rentang 3,8% hingga 6,5%. Dan untuk wilayah Sumut secara keseluruhan turun 1 hingga 7,2 persen.
Telur ayam turun 0,76% di Kota Medan, dan turun 3,1% di wilayah Sumut. Bawang merah banyak yang didatangkan dari luar wilayah Sumut khususnya Jawa, di Medan harganya mengalami kenaikan 16,9%, sementara untuk keseluruhan wilayah Sumut harganya naik 10,2%.
Baca Juga: Wajib Coba! Ini Resep Mochi Khas Sukabumi
“Untuk bawang putih harganya di Kota Medan stabil, sementara di wilayah Sumut harganya naik 0,7%. Untuk gula pasir di Kota Medan harganya stabil, sementara secara keseluruhan di Sumut turun 0,6% hingga 2,7%. Selain itu harga daging ayam di Kota Medan terpantau turun 2 persen, sementara di wilayah Sumut turun 2,6%,” jelas Gunawan Benjamin, Jumat (30/9/2022).
Sedangkan, walaupun tidak mengalami penurunan, harga daging sapi secara keseluruhan menurut Gunawan Benjamin, cukup stabil baik di Kota Medan maupun di di wilayah Sumut.
Sementara untuk harga beras di Kota Medan terpantau stabil, namun untuk keseluruhan wilayah Sumut harganya naik dalam rentang 1,5% hingga 3%. Jadi harga kebutuhan pokok di Sumut pada dasarnya bergerak anomali atau turun, meski harga BBM subsidi sudah dinaikkan.
Gunawan memaparkan, Medan menjadi kota dengan kontribusi inflasi terbesar dan dengan berkaca kepada kinerja harga pangannya.
Maka dipastikan harga pangan di Sumut memberikan kontribusi deflasi di bulan September ini. Sayangnya, Sumut diperkirakan tetap akan merealisasikan inflasi di kisaran 0,87% di bulan ini, akibat kenaikan harga kebutuhan hidup lainnya di luar pangan, akibat kenaikan harga BBM sebelumnya.
Berita Terkait
-
Bursa Saham Global Kebakaran, AS Masuk Dalam Jurang Resesi
-
Tarif Pelabuhan Merak Naik Mulai 1 Oktober 2022, Catat Besaran Kenaikannya!
-
Harga Bahan Pokok di Pasar Jember Relatif Stabil sejak Kenaikan BBM, Stok Dipastikan Aman
-
BEM SI Hingga Gebrak Melakukan Aksi Demonstrasi di Depan Gedung DPR RI Hari Ini
-
Persediaan Tercukupi, Harga Bahan Pokok di Aceh Timur Stabil
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting