/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 20:59 WIB
Shutterstock

Deli.Suara.com - Covid-19 belum sepenuhnya lenyap, kini muncul lagi varian baru Covid-19.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan paparan capaian kinerja pemerintah tahun 2022. 

"Kita tahu Singapura yang tadinya ratusan menjadi 6000 kasus per hari, lebih tinggi dari Indonesia yang 2000 per hari padahal penduduk kita 270 juta," kata Menkes seperti dikutip dari suara.com, Jumat, (21/10/2022). 

"Ini karena ada varian baru namanya XBB. Varian ini juga sudah masuk ke Indonesia," sambungnya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah akan terus mengamati perkembangan varian tersebut dan juga mutasi yang akan datang. 

Meski demikian, Budi Gunadi mengatakan bahwa penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia relatif lebih baik dibandingkan beberapa negara lain. 

"Indonesia, India, China yang kenaikannya sangat sedikit, itu disebabkan karena memang strategi penananganan pandemi kita yang cukup baik," katanya.

"Angka-angkanya menunjukkan demikian, terutama di bulan Juli - Agustus. Masih ada tantangan karena varian baru masih akan tumbuh, tapi kita beruntung, karena vaksinasi kita sangat baik sekarang," sambungnya.

Budi menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 440 juta vaksinasi Covid-19 telah diberikan ke sekitar 240 juta penduduk di Indonesia. Situasi ini membuat imunitas masyarakat di Indonesia lebih baik. 

Baca Juga: Cara Menggunakan Spotify di Windows 10, Gratis!

"Yang kedua protokol kesehatan kita relatif lebih konservatif," kata Budi. 

Berikut ini merupakan nama-nama varian Covid-19 yang sudah menyebar beserta penjelasannya:

1. Omicron 

Pada Juni 2021, varian Omicron muncul dan berkembang hingga masuk ke Indonesia. Omicron merupakan varian Covid-19 yang memiliki tingkat penyebaran lebih cepat dan mudah.

Meskipun infeksi dan gejalanya lebih ringan dari varian sebelumnya, namun Omicron retap bisa menyebabkan pasien harus menjalani rawat inap dan bahkan kematian.

Adapun vaksin booster dinilai dapat membantu orang-orang agar mendapatkan perlindungan yang cukup, khususnya agar tidak tertular Covid-19 varian Omicron.

2. Delta

Varian Delta muncul sekitar bulan Januari 2021 di Indonesia. Varian ini merupakan varian Covid-19 yang sangat berbahaya, karena menyebabkan infeksi lebih banyak dari varian sebelumnya.

Varian Delta terbukti lebih menular daripada Alpha. Tak hanya itu, varian Delta menyebabkan gejala yang sangat parah daripada varian lainnya, terlebih pada pasien yang tidak divaksinasi.

3. Delta Plus

Delta AY.4.2 kerap juga disebut sebagai Delta Plus. Varian virus corona ini diteliti lebih menonjol daripada varian delta lainnya.

Varian Delta Plus juga memiliki tingkat penularan yang lebih besar ketimbang Delta biasa. Kendati demikian, varian tersebut tidak menyebabkan pasien harus dirawat inap.

4. Beta

Varian Beta diidentifikasi di Afrika Selatan pada akhir 2020 dan akhirnya menyebar ke negara lain. Beta lebih menular 50 persen daripada jenis corona virus yang asli.

Varian Beta lebih mungkin menyebabkan pasien harus rawat inap, bahkan memicu kematian yang lebih tinggi daripada varian lain.

Bahkan vaksin seperti AstraZeneca tidak memberikan perlindungan yang kuat terhadap efek penyakit ringan dan sedang dari varian Beta.

Gejala varian ini yakni demam, indra penciuman hilang, sakit kepala, batuk terus-menerus, sakit tenggorokan hingga sakit perut.

5. Alpha

Varian Alpha merupaan varian virus corona yang pertama dipublikasikan. Varian ini muncul di Inggris Raya pada November 2020.

Varian Alpha juga dilaporkan mudah menular, meski tidak secepat varian lainnya. Gejala yang mungkin diderita yakni demam, batuk, kehilangan rasa di lidah, anosmia, sesak nafas, pusing, dan lain-lain.

Load More