/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 18:57 WIB
pixabay/geralt

SUARA SEMARANG -- Baru saja masyarakat mulai tenang dengan sepinya pemberitaan terkait COVID-19, kini tiba-tiba muncul varian baru yakni XBB. Bahkan varian tersebut juga dikabarkan telah ditemukan di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kasus COVID-19 di Singapura kini naik lagi ke 6.000 per hari. Sebabnya, ada kasus varian baru yaitu XBB.

"Varian ini juga sudah masuk di Indonesia,"kata Budi dalam Capaian Kerja Pemerintah 2022 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (21/10/2022), dikutip dari Suara.com.

Terkait ditemukannya virus COVID-19 varian XBB di Indonesia, ia meminta semua pihak bekerja sama memperkuat efektivitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan protokol kesehatan (prokes).

Budi menekankan negara belum bisa dikatakan aman dari pandemi COVID-19. Sebab berbagai mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi.

Contohnya adalah varian XBB dan BA.2.7.5 sudah terjadi di India. Saat ini pun, varian XBB pun sudah mengepung negara tetangga seperti Singapura dan Australia.

Tetapi Budi menekankan bahwa hingga saat ini, masyarakat Indonesia masih menjadi salah satu warga negara yang patuh terhadap protokol kesehatan.

Terbukti dari pemakaian masker yang tidak dilepas di saat negara lain dengan percaya dirinya menarik kebijakan terkait protokol kesehatan.

Selain itu, capaian vaksinasi COVID-19 sudah bisa dikatakan sangat baik karena sebanyak 440 juta dosis telah disuntikkan lebih kepada 240 juta warga.

Baca Juga: Ada Jamu Haram ?! Simak Penjelasan LPPOM MUI Terkait Jamu Gendong, Jamu Seduh, Jamu Cair dan Jamu Kapsul

“Imunitas masyarakat kita sudah baik dan yang kedua protokol kesehatan kita relatif lebih konservatif,” kata Budi.

Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar kita tidak lengah dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Karena ujian dari varian terbaru ini, diperkirakan pada awal tahun mendatang.

"Tapi ujiannya nanti, akan kita lihat di awal tahun. Kita tahu Singapura yang tadinya hanya ratusan kasusnya sekarang naik menjadi 6 ribu kasus per hari lebih tinggi dari Indonesia yang cuma 2 ribu kasus per hari padahal penduduk Singapura 5 juta, sedangkan penduduk kita 270 juta,” katanya.

Memang, lanjutnya, seluruh dunia mengakui bahwa penanganan COVID-19 di Indonesia menjadi salah satu yang terbaik. Namun, tantangan selanjutnya adalah kenaikan kasus yang diprediksi terjadi pada bulan Januari-Februari 2023 akibat lahirnya mutasi baru.

“Ini butuh bantuan dari semuanya agar kita bisa disiplin protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan yang belum booster segera booster,” katanya.

Load More