/
Senin, 24 Oktober 2022 | 14:45 WIB
Massa aksi menggelar unjuk rasa di Kantor BPOM Medan. (Beni Nasution)

Deli.Suara.com - Massa aksi yang tergabung dalam Rakyat untuk Keadilan dan Supremasi Hukum (Raksahum) menggelar demonstrasi, di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), di Jalan Willem Iskandar, Medan Estate, Deli Serdang, Senin (24/10/2022).

Koordinator Raksahum Ade Dermawan mengatakan aksi ini merupakan rasa bentuk kepedulian terhadap anak Indonesia. Sebab, sudah banyak anak yang meninggal gara- gara obat yang diduga mengandung etilen glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) tersebut. 

"Untuk itu, kami mendatangi BPOM ini ingin menyanyakan sejauh mana perkembangan dalam penarikan obat yang berbahaya tersebut," ucapnya. 

Hanya saja, Ade kecewa dengan sikap BPOM di Medan ini yang tak transparan dalam menunjukkan jumlah botol obat yang diamankan.

"Kami melihat tak ada yang diamankan obat oleh BPOM ini. Kami tanya oleh apotek, kata mereka sudah ditarik. Jadi, yang mana yang benar?" ucapnya.

"Kami melihat tak ada tanggung jawab BPOM ini. Jika tak ada tanggungjawab, kami akan mengerahkan massa lebih banyak lagi kedepan," tambahnya. 

Martin Suhendri selaku Kepala BPOM di Medan menyampaikan sampai saat ini tetap bekerja sesuai instruksi pusat. Ia katakan, dalam penarikan obat yang bertanggung jawab adalah pihak industri. 

"Kami tetap mengontrol dan pengawasan obat tersebut," ucap Kepala BPOM Medan.

"Tidak hanya itu, kami sekarang di pusat sudah melakukan uji lanjut tentang terhadap produk lain," tambahnya. 

Baca Juga: Skincare-an di Rumah Pakai Kopi Yuk, Ini Dua Manfaatnya Lho!

Setelah melakukan aksi di BPOM, puluhan aksi dari Raksahum bergerak ke kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Jalan Prof. HM Yamin Medan. 

Diketahui, dari data yang dihimpun Kemenko PMK, hingga Minggu (23/10/2022) kemarin, kasus gagal ginjal akut pada anak-anak sudah menimpa sekitar 208 anak, dan sebanyak 118 anak meninggal dunia.

Reporter : Beni Nasution

Load More