/
Rabu, 07 Juni 2023 | 16:13 WIB
dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS. (Dok. Dini/Suara.com)

Dalam sebuah acara yang dipandu oleh Hotman Paris, Dokter Boyke, mengungkapkan bahwa hubungan seks lewat anal bukan hanya diharamkan dalam agama Islam, tetapi juga memiliki bahaya serius bagi kesehatan.

Pada acara tersebut, Hotman Paris bertanya kepada Dokter Boyke, "Apakah boleh melakukan hubungan seks dari belakang (anal)?"

Dokter Boyke menjawab, "Jika seseorang mengetahui bahayanya, pasti mereka tidak akan melakukannya."

Kemudian, Dokter Boyke menjelaskan mengenai risiko terkait seks anal, salah satunya adalah kerusakan pada sphincter ani, yaitu otot yang melingkari anus.

"Jika sphincter ani rusak, seseorang tidak akan merasakan ketika sedang buang air besar. Hal ini menyebabkan kelembaban dan kekotoran terus menerus pada celana dalam akibat feses," jelas Dokter Boyke.

Menurut informasi dari Alodokter, sphincter ani merupakan pintu keluar bagi kotoran dari saluran pencernaan. Otot ini berfungsi untuk mengendurkan dan mendorong tinja dari rektum ke dalam saluran anus.

Kerusakan pada sphincter ani dapat menyebabkan inkontinensia tinja, di mana seseorang kehilangan kendali dalam proses buang air besar. Tinja dapat keluar secara tiba-tiba bahkan tanpa disadari oleh penderitanya.

Dalam perspektif agama Islam yang dikutip oleh NU Online, seks anal juga diharamkan. Sejumlah hadis dengan jelas menyebutkan larangan untuk melakukan hubungan seks melalui anus.

Salah satunya adalah hadis dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Ibnu Abbas dengan kualitas Hasan Gharib yang menyatakan, "Allah tidak berkenan melihat seorang laki-laki mendatangi istrinya atau laki-laki lain melalui anus atau dubur." (Hadis Riwayat At Tirmidzi: 1086).

Baca Juga: Tiket Timnas Indonesia vs Argentina Ludes, PSSI: Bisa Imbangi Panggung Musik Dunia

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seks anal tidak hanya diharamkan, tetapi juga memiliki risiko yang fatal bagi kesehatan.

Load More