/
Rabu, 14 Juni 2023 | 14:35 WIB
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) bakal cawe-cawe di Pilpres 2024. [setkab.go.id] (setkab.go.id)

Presiden Joko Widodo menyentil daerah yang memiliki banyak anggaran, tetapi justru banyak digunakan untuk membiayai perjalanan dinas dan rapat. Salah satunya anggaran untuk penanganan stunting.

Jokowi kemudian memberikan contoh ada suatu daerah yang memiliki anggaran stunting Rp10 miliar. Namun, dana itu justru dipakai untuk keperluan lain ketimbang membeli makanan bergizi yang jumlahnya tidak sampai Rp2 miliar.

"Perjalanan dinas Rp 3 miliar, rapat-rapat Rp 3 miliar, penguatan pengembangan apa-apa bla bla bla Rp 2 miliar, yang untuk benar-benar beli telur itu enggak ada Rp 2 miliar, kapan stunting-nya akan selesai kalau caranya seperti ini?" ungkap Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Intern Pemerintah, Rabu (14/6/2023).

Jokowi mengatakan seharusnya dari uang Rp10 miliar itu, Rp8 miliar untuk membeli makanan bergizi yang diberikan pada penderita stunting. Kemudian, Rp2 miliar yang dipakai perjalanan dinas dan rapat.

Tak hanya itu, Jokowi menemukan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang tidak benar saat menganggarkan.

Jokowi juga memberikan contoh lain. Ia menemukan kabupaten yang menganggarkan kegiatan pengembangan UMKM Rp2,5 miliar.

Namun, dari jumlah yang banyak itu Rp1,9 miliar ternyata habis untuk membayar perjalanan dinas dan honor.

"Ke situ-situ terus, sudah. Itu nanti sisanya yang Rp 0,6 miliar yang Rp 600 juta itu nanti juga masih muter-muter saja. Pemberdayaan, pengembangan, istilah-istilah yang absurd, enggak konkret," lanjutnya.

Orang nomor satu di Indonesia ini menegaskan anggaran UMKM seharusnya dicairkan untuk modal kerja, produksi, pemasaran, dan mengadakan pameran.

Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Jadi Tersangka KPK, Jokowi Bersih-bersih Kabinet Dari Menteri NasDem?

Load More