/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 13:19 WIB
Megawati dan SBY (Suara.com/Muhaimin ) (Suara.com/Muhaimin A Untung)

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pernah mencoba untuk memperbaiki hubungannya dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 18 tahun silam. Namun, usahanya itu tidak disambut baik oleh SBY. 

Cerita itu disampaikan oleh politisi senior PDIP Panda Nababan. Ia mengetahui hal tersebut lantaran menjadi utusan Megawati untuk menemui SBY.

"18 belas tahun yang lalu saya diminta Ibu Mega menghubungi SBY iya kan, supaya ada rekonsiliasi supaya mereka itu berbaikan," kata Panda mengulang kisahnya pada masa lalu di Setiabudi One, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2023) malam.

Kepada Panda, Megawati membeberkan syarat yang harus ia bawa kepada SBY. Syarat yang dimaksud ialah SBY harus menjawab lima pertanyaan secara jujur dan terbuka. 

Mengikuti perintah Megawati, Panda akhirnya mendatangi SBY ke Istana pada 2005. Kala itu SBY sempat bertanya mengapa Megawati tidak ikut hadir bersama Panda.

Panda langsung menjawab kalau Megawati hanya mengantarkan pesan untuk SBY yang kala itu menjadi presiden.

Ia lantas membacakan satu persatu pernyataan yang dititipkan Megawati. Alih-alih menjawab, SBY malah melakukan hal ini di depan Panda.

"Tak satu pun dijawabnya, gitu loh. Malah dia lebih banyak menerawang lihat langit-langit Istana gitu lho," ujarnya.

Politikus senior PDIP Panda Nababan haqulyakin Presiden Jokowi tidak akan mendua dari Ganjar Pranowo. (sumber: (Suara.com/Novian))

Megawati Butuh Kejujuran SBY

Baca Juga: Sepak Terjang Lee Man FC, "Si Bayi Ajaib" Hong Kong Musuh Bali United di Liga Champions Asia

Sebanyak lima pertanyaan dititipkan Megawati kepada Panda untuk dijawab oleh SBY. Pertanyaan yang dimaksud itu berkutat soal percaturan sebelum Pemilu 2004. 

"Pak Susilo, Ibu Megawati nanya, Pak Susilo dulu ngomong saya ini sudah di comberan, diwongke, di-orangkan oleh Bu Mega, pernah enggak ngomong begitu?’ ujar Panda.

Panda berlanjut menyampaikan apa saja yang menjadi pertanyaan Megawati kepada SBY kala itu. 

"Banyak kali. Ada lima itu pertanyaan," terangnya.

Di antaranya pertanyaan itu sepitar, kesediaan SBY menjadi pendamping Megawati sebagai wakil presiden bila Megawati maku presiden berikutnya. 

SBY juga ditanyakan apakah dia menggunakan kantor Kementerian Polhukam untuk kegaiatan politik membentuk Partai Demokrat atau tidak. Mengingat SBY merupakan Menkopolhukam di era Megawati menjabat Presiden.

Load More