Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pernah mencoba untuk memperbaiki hubungannya dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 18 tahun silam. Namun, usahanya itu tidak disambut baik oleh SBY.
Cerita itu disampaikan oleh politisi senior PDIP Panda Nababan. Ia mengetahui hal tersebut lantaran menjadi utusan Megawati untuk menemui SBY.
"18 belas tahun yang lalu saya diminta Ibu Mega menghubungi SBY iya kan, supaya ada rekonsiliasi supaya mereka itu berbaikan," kata Panda mengulang kisahnya pada masa lalu di Setiabudi One, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2023) malam.
Kepada Panda, Megawati membeberkan syarat yang harus ia bawa kepada SBY. Syarat yang dimaksud ialah SBY harus menjawab lima pertanyaan secara jujur dan terbuka.
Mengikuti perintah Megawati, Panda akhirnya mendatangi SBY ke Istana pada 2005. Kala itu SBY sempat bertanya mengapa Megawati tidak ikut hadir bersama Panda.
Panda langsung menjawab kalau Megawati hanya mengantarkan pesan untuk SBY yang kala itu menjadi presiden.
Ia lantas membacakan satu persatu pernyataan yang dititipkan Megawati. Alih-alih menjawab, SBY malah melakukan hal ini di depan Panda.
"Tak satu pun dijawabnya, gitu loh. Malah dia lebih banyak menerawang lihat langit-langit Istana gitu lho," ujarnya.
Megawati Butuh Kejujuran SBY
Baca Juga: Sepak Terjang Lee Man FC, "Si Bayi Ajaib" Hong Kong Musuh Bali United di Liga Champions Asia
Sebanyak lima pertanyaan dititipkan Megawati kepada Panda untuk dijawab oleh SBY. Pertanyaan yang dimaksud itu berkutat soal percaturan sebelum Pemilu 2004.
"Pak Susilo, Ibu Megawati nanya, Pak Susilo dulu ngomong saya ini sudah di comberan, diwongke, di-orangkan oleh Bu Mega, pernah enggak ngomong begitu?’ ujar Panda.
Panda berlanjut menyampaikan apa saja yang menjadi pertanyaan Megawati kepada SBY kala itu.
"Banyak kali. Ada lima itu pertanyaan," terangnya.
Di antaranya pertanyaan itu sepitar, kesediaan SBY menjadi pendamping Megawati sebagai wakil presiden bila Megawati maku presiden berikutnya.
SBY juga ditanyakan apakah dia menggunakan kantor Kementerian Polhukam untuk kegaiatan politik membentuk Partai Demokrat atau tidak. Mengingat SBY merupakan Menkopolhukam di era Megawati menjabat Presiden.
Megawati yang menjabat presiden, disebut Panda, sudah mengetahui informasi-informasi seputar kegiatan di kantor Kemenpolhukam. Tetapi ia ingin mendengar jawaban SBY secara jujur, tetapi ternyata tidak didapatkan Megawati.
"Oh tidak ada bu, kata dia. Padahal ada," ucap Panda.
Berita Terkait
-
Jadi Penerus, Demokrat Harap AHY dan Puan Tak Terjebak Masa Lalu SBY-Megawati
-
Anak Muda Binaan PDIP Jadi Motor Kebersihan Acara Bulan Bung Karno di GBK
-
All Jokowi's Men! Ini Dia Barisan Menteri Jokowi yang Ramaikan Bursa Cawapres Ganjar
-
5 Pertanyaan Megawati yang Tak Pernah Dijawab SBY Sejak 18 Tahun Lalu
-
Kedekatan Jokowi dan Prabowo Dianggap FX Rudy Hal Biasa: Sebatas Rekan Kerja
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum
-
Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare
-
4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!
-
Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur
-
Gaet 35 Ribu Fans, aespa Sukses Buka Tur Konser SYNK: COMPLaeXITY di Seoul