Liga Thailand yang disebut-sebut sebagai yang terbaik di Asia Tenggara kondisinya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Pasalnya hak siar pertandingan Liga Thailand hingga saat ini tidak ada yang meminatinya.
Padahal waktu kick off Liga Thailand akan dilakukan mulai 11 Agustus 2023 mendatang.
Adalah Madam Pang alias Nualphan Lamsam yang kemudian berinisiasi untuk menyelamatkan Liga Thailand musim ini. Mantan Manajer Timnas Thailand ini sampai rela merogoh kocek yang dalam untuk membeli hak siar Liga Thailand.
Pemilik klub Liga Thailand, Port FC ini mengeluarkan dana 10 juta baht atau Rp 4 miliar untuk membeli hak siar Liga Thailand. Menurutnya kondisi yang saat ini terjadi di Liga Thailand sudah kritis dan harus ditolong.
"Ketika ini terjadi, sebagai orang sepak bola, Anda harus segera berbuat sesuatu," ucap Madam Pang seperti dilansir dari thairath.co.th
Sebelum mengambil langkah itu, Madam Pang berkonsultasi dengan sejumlah pemilik klub seperti Newin Chidchob, pemilik Buriram United dan Boon Rawd Brewery, bos BG Pathum United FC.
"Kami sudah berkonsultasi dan tiba pada kesimpulan bahwa ketiga klub ini memiliki kekuatan yang cukup untuk bisa membantu pendapatan untuk 13 tim lainnya," jelasnya.
Meski begitu, Madam Pang menjamin tidak akan memonopoli pemasukan atas pembelian hak siar itu. Madam Pang menyebut bahwa nantinya ketiga klub hanya mendapat kewenenangan siaran langsung melalui saluran resmi klub.
"Dengan uang ini, kami tidak akan mengambil bagian (keuntungan)," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Liga Thailand hak siar untuk penayangan kompetisi Liga Thailand pada musim 2023/2024 masih belum terjual. Padahal kompetisi sepak bola di Negeri Gajah itu akan bergulir dalam waktu sebulan.
Sebelumnya juga dikabarkan bahwa hak siar penayangan kompetisi sepak bola Liga Thailand mendapatkan tawaran 50 juta baht.
"Penjabat Ketua Thai League Co, Korrawee Pritsananantakul, mengatakan kepada bos Thai League 1 selama pertemuan bahwa tawaran sebesar 50 juta baht itu jauh di bawah target yang diberikan oleh FAT," tulis Bangkok Post.
Apalagi, kontrak dua tahun AIS dengan FAT berakhir tahun ini, karena perusahaan membayar FAT sebesar 400 juta baht dalam setahun.
Pada puncaknya, FAT dilaporkan menerima lebih dari satu miliar baht untuk hak siar.
"Dengan tawaran serendah itu, pada pertemuan hari Selasa, diusulkan agar 16 klub Liga 1 bersama-sama mengelola hak komersial dan siaran mereka sendiri," bunyi laporan yang ditulis Bangkok Post.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Jazz! MLDSPOT Siap Bawa Vibes 'Fresh 'N Cool' ke Java Jazz Festival 2026
-
Viral Pocong Bawa Parang Datangi Rumah Warga di Pelalawan, Polisi Turun Tangan
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Lansia Tewas Terbakar-Suami Kritis, Polisi Tangkap 9 Orang di Bengkalis
-
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci
-
Giliran Plt Gubri SF Hariyanto Rombak Habis Jajaran Dinas PUPR Riau
-
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri
-
5 HP Midrange Kamera Terbaik 2026 yang Wajib Dilirik, Hasil Foto Setara Flagship!
-
30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia