Kiper anyar Manchester United, Andre Onana, menghadapi pengalaman yang kurang menyenangkan dalam debutnya di Old Trafford.
Sang penjaga gawang terlibat dalam blunder fatal yang menyebabkannya kebobolan dari tengah lapangan.
Insiden memalukan ini terjadi ketika Andre Onana dipercaya untuk memulai pertandingan saat Manchester United menjamu tim Prancis, Lens, pada Sabtu (6/8/2023).
Hanya dalam 23 menit pertandingan, Andre Onana, yang diharapkan sebagai penerus David de Gea, mengalami kejutan yang tak terduga ketika gawangnya ditembus oleh Florian Sotoca dari tembakan tengah lapangan.
Kejadian ini bermula dari kesalahan umpan yang diberikan oleh Diogo Dalot. Florian Sotoca, yang berhasil menguasai bola, melihat bahwa Andre Onana berada terlalu jauh dari garis gawang.
Pemain Lens tersebut dengan tenang melepaskan tembakan lob yang tidak begitu kuat. Andre Onana terlihat kebingungan dan berusaha mundur, namun akhirnya terpelanting ketika melihat bola menggetarkan jala gawangnya.
Itu adalah gol pembuka permainan yang membungkam suporter Manchester United di Theatre of Dreams. Onana pun terlihat mencoba bangkit untuk kembali tegar menjaga gawang Setan Merah.
Beruntung, Manchester United mampu merespons gol itu dengan sangat baik. Mereka mencetak tiga gol beruntun dalam kurun waktu 11 menit di babak kedua lewat Marcus Rashford, Antony dan Casemiro guna membalikan keadaan dan memberikan Setan Merah kemenangan.
“Saya senang atas kemenangan ini. Tentu saja kami selalu bisa menjadi lebih baik,” ucap Andre Onana kepada MUTV dikutip pada Minggu (6/8/2023).
Baca Juga: Sosok Kakak Kandung Andre Onana Eks Pemain Persikad Depok, Sisihkan Gaji Demi Adik Main Di Eropa
Meski demikian, Onana mengakui bahwa dirinya bikin kesalahan. Dia siap mendapatkan kritik terutama ketika Manchester United kebobolan.
“Beberapa hal yang harus kami coba perbaiki. Seperti yang selalu saya katakan, saya bertanggung jawab atas segalanya terutama ketika kami kebobolan gol," kata Andre Onana.
“Saya bangga dengan apa yang dilakukan bek saya. Saya orang besar di belakang jadi saya menerima semua kritik, semua tekanan pada saya."
“Itu adalah pertandingan yang hebat bagi saya dan para pemain, beberapa gol penting dan saya senang untuk semuanya.”
Menariknya, meski baru saja dipermalukan, Onana dalam wawancara itu masih tersenyum dan menghadap ke kamera. Dia tidak bersembunyi atau mengalihkan perhatian dari masalah tersebut, demikian dikutip dari Caught Offside.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga