Perhatian terus mengarah pada karier Elkan Baggott di Ipswich Town dalam dunia sepak bola Indonesia. Namun, nama Nathan Tjoe-A-On baru-baru ini juga menarik perhatian karena dia memiliki hubungan darah dengan Indonesia.
Tidak hanya Elkan Baggott, ternyata ada juga pemain keturunan Indonesia lainnya yang bermain di Liga Inggris, yaitu Nathan Tjoe-A-On, yang berkompetisi di kasta kedua liga tersebut.
Seperti yang kita tahu, Elkan Baggott terus menjadi perbincangan di kalangan para penggemar sepak bola Indonesia berkat perjalanan karier di Ipswich Town.
Sementara itu, nama Nathan Tjoe-A-On menjadi topik menarik karena garis keturunannya yang berasal dari Indonesia dikutip dari Moots.Suara.com.
Nathan Tjoe-A-On juga memiliki potensi untuk dinaturalisasi oleh PSSI agar bisa memperkuat Timnas Indonesia. Pemain keturunan Indonesia ini sudah berhasil menarik perhatian PSSI.
Baik Elkan Baggott maupun Nathan Tjoe-A-On, keduanya sedang berjuang untuk memperebutkan tempat utama di skuat klub mereka masing-masing di kasta kedua Liga Inggris.
Dari segi usia, mereka memiliki perbedaan yang tidak terlalu signifikan. Saat ini, Elkan Baggott berusia 20 tahun, sedangkan Nathan Tjoe-A-On yang lahir di Belanda sudah menginjak usia 21 tahun.
Sebelum meniti karier di Liga Inggris, Nathan Tjoe-A-On menghabiskan waktu di Liga Belanda. Dia dibesarkan oleh klub Excelsior. Pada tahun 2019, Nathan Tjoe-A-On dipromosikan ke tim utama.
Sebagai bek kiri, dia telah merasakan persaingan ketat di Eredivisie, yaitu kompetisi tertinggi di Liga Belanda.
Baca Juga: Profil dan Biodata Nathan Tjoe-A-On, Bek Kiri Keturunan Indonesia di Liga Inggris
Selama berkarier di Liga Belanda, Nathan Tjoe-A-On telah tampil sebanyak 29 kali, mencetak satu gol, dan memberikan satu assist.
Nilai Transfer Elkan Baggott dan Nathan Tjoe-A-On
Berkaitan dengan nilai pasar, Elkan Baggott dan Nathan Tjoe-A-On memiliki perbedaan. Menurut Transfermarkt, nilai pasar Elkan Baggott adalah 250 ribu euro atau sekitar 4,18 miliar rupiah.
Namun, nilai pasar Nathan Tjoe-A-On jauh lebih tinggi. Menurut sumber yang sama, nilai pasar Nathan adalah 500 ribu euro, setara dengan 8,36 miliar rupiah.
Harga tinggi untuk Nathan sebagian besar berkaitan dengan kontribusinya bersama klub Excelsior. Walaupun masih berusia 21 tahun, dia telah mampu bermain di level kompetisi tertinggi.
Perbedaan ini juga terlihat dari pengalaman keduanya. Elkan Baggott, bersama Ipswich Town, harus menjalani beberapa masa peminjaman untuk mendapatkan pengalaman dan waktu bermain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan