Bola / Bola Indonesia
Kamis, 16 April 2026 | 23:48 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-17 Peres Awkila Tjoe (tengah) berebut bola dengan pemain Malaysia saat pertandingan babak penyisihan Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026) malam. [ANTARA/Rizal Hanafi]
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia U-17 kalah 0-1 dari Malaysia di Stadion Gelora Joko Samudro pada Kamis, 16 April 2026.
  • Kekalahan tersebut disebabkan oleh kurangnya konsentrasi pemain pada momen krusial serta kegagalan dalam memaksimalkan setiap peluang gol.
  • Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto segera melakukan evaluasi tim untuk mempersiapkan pertandingan krusial berikutnya melawan Vietnam di Grup A.

Suara.com - Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan di laga kedua Grup A Piala AFF U-17 2026.

Bermain di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis (16/4/2026) malam, skuad Garuda Muda diganyang Malaysia, 0-1.

Pelatih Timnas Indonesia U-17 Kurniawan Dwi Yulianto pun membongkar biang kerok kekalahan tersebut.

Ia menilai Garuda Muda sebenarnya mampu mengontrol jalannya pertandingan, namun kehilangan fokus dalam beberapa momen krusial yang berujung gol bagi lawan.

Menurut dia, kesalahan tersebut menjadi catatan penting agar para pemain bisa menjaga konsentrasi penuh sepanjang pertandingan.

"Kami harus fokus selama 90 menit karena kesalahan dari kita membuahkan gol untuk lawan," kata dia usai pertandingan.

Selain itu, Kurniawan juga menyoroti penyelesaian akhir yang belum maksimal meskipun tim mampu menciptakan sejumlah peluang.

Ia menyebut kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor utama tim tidak bisa memenangkan pertandingan.

“Kami kontrol gim, tapi beberapa peluang tidak menjadi gol,” tuturnya.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Rekor 2-2-3 Jadi Alarm, Garuda Muda Wajib Waspada

Meskipun demikian, ia menyebut jika kekalahan tersebut tidak boleh dijadikan bahan untuk menjatuhkan mental para pemain yang masih berusia muda.

Ia meminta dukungan publik agar para pemain tetap percaya diri dalam menghadapi laga berikutnya.

“Saya tidak mau kekalahan ini menjatuhkan mental mereka karena usia ini masih sensitif,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menegaskan tim pelatih akan segera melakukan evaluasi dan mempersiapkan tim menghadapi Vietnam.

Ia juga tetap optimistis peluang masih terbuka dalam persaingan Grup A yang memang dihuni tim-tim besar, seperti Vietnam dan Malaysia.

“Sepak bola itu apa pun bisa terjadi, kita akan berjuang 90 menit lawan Vietnam,” ujarnya.

Load More