Beredar sebuah video yang menunjukkan beberapa orang Yahudi meludah kepada jemaat Kristen di Yerusalem. Video viral ini pun menuai berbagai kecaman publik.
Diwartakan The Times of Israel, video Yahudi ludahi peziarah tersebut menampilkan insiden yang terjadi di Kota Tua, Yerusalem, Israel.
Nampak dalam video viral, beberapa orang Yahudi ultra-Ortodoks, dewasa termasuk anak-anak, terlihat meludahi jemaat Kristen.
Serangan ini memicu reaksi keras, termasuk dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat Israel lainnya, yang menolak aksi tersebut sebagai tradisi atau keharusan agama Yahudi.
Video viral ini menunjukkan sekelompok jemaat Kristen yang membawa salib kayu keluar dari gereja, sedangkan sekelompok orang Yahudi religius meludahi ke arah mereka.
Beberapa di antaranya adalah anak-anak ultra-Ortodoks yang meniru tindakan orang dewasa dalam rombongan tersebut.
Beberapa pejabat senior, termasuk Rabi Ashkenazi Utama David Lau dan Menteri Agama Michael Malkieli, mengecam insiden tersebut dan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama Yahudi.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan komitmen Israel untuk melindungi hak beribadah bagi semua agama.
Beberapa pejabat mengkhawatirkan bahwa serangan-serangan meludah ini dapat merusak citra Israel di kalangan peziarah, yang merupakan sumber penting pariwisata.
Baca Juga: Sinopsis September of Shiraz, Film Kisah Keluarga Yahudi di Iran Tayang Malam Ini
Mereka menekankan bahwa tindakan tersebut tidak mewakili nilai-nilai Yahudi atau budaya Israel.
Beberapa waktu sebelumnya, Israel telah mengalami insiden serupa yang menimbulkan kekhawatiran atas perlakuan terhadap komunitas Kristen di Yerusalem.
Upaya telah dilakukan untuk mengatasi pelecehan terhadap jemaat Kristen, dan polisi bergerak untuk menangkap pelaku pelecehan.
Presiden Isaac Herzog juga terlibat dalam upaya meningkatkan kesadaran akan keamanan komunitas Kristen di Israel.
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel