/
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 12:17 WIB
Pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet meminta maaf melalui Youtube Tama Halu 008. (Youtube Tama Halu 008)

SUARA DENPASAR – Pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang merupakan pengelola channel Youtube Tama Halu 008 mengaku tidak mengetahui bahwa Joko Tingkir seorang ulama. Dia meminta maaf atas lagu ciptaannya tersebut.

Pernyataan minta maaf dari pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet itu disampaikan lewat channel Youtube Tama Halu 008 pada 19 Agustus 2022 dini hari. Sang pencipta adalah sang ayah yang sering membuat konten parikan (pantun Jawa) kemudian dinyanyikan dengan iringan gitar bersama kedua anaknya, Tama dan Halu.

Sang pencipta lagu memohon maaf mencatut nama Joko Tingkir dalam lagunya karena ketidak tahunan bahwa nama tersebut adalah seorang ulama. Sekadar diketahui, Joko Tingkir adalah nama lain dari Mas Karebet atau Adiwijaya, sulta pertama Kerajaan Pajang.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena kekurang-ketidaktahuan saya, ketidakpahaman saya di balik nama Joko Tingkir ini adalah sosok seorang ulama besar dan dihormati di Jawa,” kata sang pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet ini.

Dia juga mengaku menggunakan nama Joko Tingkir karena tidak paham di balik nama besar Joko Tingkir.

Kulo (saya) mohon maaf, nggih (ya), kulo mboten ngertos (saya tidak tahu) sama sekali bahwa beliau niku (itu) ulama besar,” papar dia.

“Jika permohonan maaf saya ini kurang berkenan atau kurang baik cara mengucapkan dan kurang sopan, saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya,” imbuhnya.

Lirik Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet ini memang berupa parikan atau pantun Jawa. Liriknya yaitu Joko tingkir ngombe dawet/ jo dipikir marai mumet/ ngopek jamur nggone Mbah Wage/ pantang mundur terus nyambut gawe.

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia adalah, Joko Tingkir minum dawet/ jangan dipikir bikin pusing/ ambil jamur di tempatnya Mbah Wage/ patang menyerah semangat kerja.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap, Pencipta Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet Minta Maaf

Bila diamati, parikan ini menggunakan bunyi sajak AA, BB. Yakni ‘dawet-mumet’, dan ‘wage-gawe’. 

Sebelumnya, lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang sedang hits ini diprotes banyak pihak. Sejumlah ulama bersuara karena karena Joko Tingkir adalah ulama, salah satunya Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.

Ketua Ansor Lamongan Muhammad Masyhur juga ikut bersuara. Dia menilai wajar kalau ada warga yang memprotes lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet. Meskipun begitu, ia menilai lagu itu sudah terlanjur viral.

"Lagu itu kan ada masanya, trending. Sebentar lagi juga dilupakan. Tapi juga tidak boleh ngawur (lagunya). Saya sih bagaimana, ya, itu kadung viral. Ibarat peluru sudah telanjur ditembakkan," kata Masyhur dihubungi SuaraJatim.id, jaringan SuaraDenpasar, Kamis (18/08/2022).

Masyhur juga mengimbau agar pengarangnya tidak mematenkan lewat HAKI lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet.  Dia juga meminta yang mau menyanyikan, agar disetop.

"Yang belum manggung tidak usah dinyanyikan. Bagi yang mengarang, jangan dipatenkan. Nanti didaftarkan ke HAKI, bisa ramai," pungkas dia.

Permohonan Maaf

Sebelumnya diberitakan, pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet menyampaikan permohonan maaf melalui channel Youtube Tama Halu 008. Penciptanya adalanya sang ayah dalam channel tersebut.

Dia meminta maaf melalui channel Youtube Tama Halu 008 dalam video berdurasi 3 menit 21 detik. Dia terlihat di sebuah kamar, dan di belakangnya adalah dua anaknya, Tama dan Halu, yang sedang tidur. Video ini diunggah 19 Agustus 2022 sekitar Pukul 01.00 WIB atau 02.00 Wita dini hari.

“Kepada masyarakat Lamongan dan pihak-pihak yang tersinggung atau kurang berkenan karena saya telah membuat lirik menggunakan nama Joko Tingkir, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujar dia. (*)

Load More