/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 14:03 WIB
Pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, Ferdi Aziz dan dua anaknya, Banu Abdu Pratama dan Halu Jan Ethes dalam salah satu kontennya. (Youtube Tama Halu 008)

SUARA DENPASAR – Usai Ferdi Aziz si pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet minta maaf ke publik, subscriber channel Youtube Tama Halu 008 langsung meroket. Jumlah subscriber channel Youtube Tama Halu 008 terus bertambah ratusan setiap harinya.

Pantauan SuaraDenpasar lewat situs Social Blade, sebelum Ferdi Aziz mengupload video minta maaf soal pencantuman Joko Tingkir dalam lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet pada tanggal 19 Agustus 2022, jumlah subscriber Youtube Tama Halu 008 masih 37,2 ribu.

Namun, sehari kemudian atau tanggal 20 Agustus 2022 terjadi penambahan subscriber sebanyak 300 akun. Pada hari-hari berikutnya subscribernya terus membengkak. Sampai tanggal 23 Agustus, tercatat bahwa jumlah subscribernya sudah mencapai  37,9 ribu.

Dengan demikian dalam lima hari setelah Ferdi Aziz minta maaf, jumlah subscriber Youtube Tama Halu 008 sudah bertambah 700 akun.

Selain jumlah subscriber, juga ada perubahan jumlah view. Meski video permohonan maaf soal lirik lagu Joko Tingkir sudah ditonton 32 ribu kali, dan terjadi penambahan penonton baru, ternyata secara akumulatif terjadi penurunan view.

Belum diketahui mengapa ada penurunan view secara akumulatif. Kemungkinan besar, ada penurunan view secara akumulatif karena ada video yang dihapus. Mungkin saja video yang memuat lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet.

Sejak membuat video permintaan maaf, channel Youtube Tama Halu 008 belum pernah mengupload video lagi. Sudah lima hari tidak ada konten baru dari Ferdi Aziz dengan kedua anaknya yang bernama Banu Abdu Pratama dan Halu Jan Ethes.

Biasanya, channel Youtube Tama Halu 008 memuat lagu-lagu dengan lirik parikan (pantun Jawa). Di sela-sela menyanyikan parikan, termuat parodi atau lawakan antara bapak dan kedua anaknya ini.

Minta Maaf
Ferdi Aziz sempat menyampaikan minta maaf atas lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang diciptakannya. Lagu ini diprotes sejumlah pihak, terutama para ulama, karena mencatut nama Joko Tingkir.

Baca Juga: Terkuak! Kombes Agus Nurpatria Anak Buah Ferdy Sambo Pernah Kawal-Foto Bareng Jokowi

Protes ini disampaikan para ulama karena Joko Tingkir adalah nama ulama dan raja (sultan) pertama Kerajaan (Kesultanan) Pajang setelah keruntuhan Kerajaan Demak. Nama lain Joko Tingkir adalah Mas Karebet (ketika lahir) dan Adiwijaya atau Hadiwijaya ketika berkuasa sebagai Raja Pajang.

Iki sopo sing ngarang. Ngawur. Ndang dituturi sing ngarang. Iki dudu jeneng sembarangan iki. Jadi Joko Tingkir itu Sultan Hadiwijaya. Ramanipun, Pangeran Benowo. Mantu Sultan Trenggono. Murid ipun jeng Sultan Kali Jogo, ulama gede,” kata KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq melalui channel Youtube Gus Muwafiq Official.

Artinya, “Ini siapa yang mengarang. Ngawur. Cepat dikasih tahu yang mengarang. Ini bukan nama sembarangan ini. Jadi, Joko Tingkir ini Sultan Hadiwijaya. Ayahnya Pangeran Benowo, menantu Sultan Trenggono dan muridnya Sunan Kalijaga. Ulama besar.”

Setelah ada protes ini, Ferdi Aziz pun meminta maaf karena tidak tahu bahwa Joko Tingkir adalah nama ulama besar dan raja Pajang.

Kulo (saya, red) mohon maaf, nggih (ya), kulo mboten ngertos (saya tidak tahu) sama sekali bahwa beliau (Joko Tingkir) niku (itu) ulama besar,” katanya. (*)

Load More