/
Selasa, 30 Agustus 2022 | 08:34 WIB
Perseteruan antara Erick Tohir dengan Faizal Assegaf berawal dari postingan di akun Instagram @faizal.assegaf (Istimewa)

SUARA DENPASAR - "Brengsek kamu! Bajingan kamu Erick Tohir," begitu luapan emosi Faizal Assegaf dalam cuplikan video yang dibagikan akun Dewa80.

Diketahui, aktivis asal Kabupaten Seram Bagian Timur itu datang ke Mabes Polri untuk jemput bola terkait dugaan laporan terhadap dirinya dengan tudingan pencemaran nama baik oleh pelapor Menteri BUMN Erick Tohir dengan tiga pengacaranya, Senin (29/8/2022).

"Saya digertak sama Erick Tohir dan pengacaranya, dan setelah saya cek di dalam ternyata mereka melakukan kebohongan kepada saya dan rakyat Indonesia, mereka hanya isi daftar tamu, Erick Thohir nggak ke sini," tambahnya dalam video tersebut.

Perseteruan antara Erick Tohir dengan Faizal Assegaf berawal dari postingan di akun Instagram @faizal.assegaf. Perseteruan keduanya bahkan membuat nama Faizal Assegaf trending di Twitter.

Postingan ini dinilai pihak Erick Tohir mengandung fitnah dan pencemaran nama baik karena menuding Menteri Badan Usaha Milik Negara itu punya banyak istri dan dinikahi secara Ghoib.

Selain itu biaya sekolah anak dari istri pertama Erick Tohir belum dibayarkan.

Padahal, dalam akun Instagram itu Faizal Assegaf hanya mereposting video dari Kamaruddin Simanjuntak-pengacara Brigadir J yang berisi tudingan soal pengelolaan dana Capres Rp 300 triliun oleh Dirut Taspen.

"Saya sudah tegaskan itu video yang diedit beredar di seluruh grup WA. Saya bertanya ini hoaks atau gagal paham? Kenapa saya dibully di berbagai media dengan mengatakan saya melakukan fitnah. Kurang ajar kamu Erick," imbuh dia.

Salah satu pendiri presidium 212 dan aktivis yang kerap menyoroti pemerintahan sejak zaman SBY itu juga makin emosi setelah mengecek di Bareskrim Mabes Polri. Erick Tohir tidak datang melapor dan hanya pengacaranya yang mengisi buku tamu.

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Sebut Penyaluran Pembiayaan UMKM Sebesar Rp386 Triliun

"Jangan gertak saya. Saya kasih tahu. Polisi sekarang kita kawal untuk tidak lagi merespons para pemodal, para pejabat untuk menindas rakyat," ulangnya lagi. ***

Load More