/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 22:17 WIB
Andi Mallarangeng dan Megawati Sukarno Putri (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Sindiran pedas disampaikan Andi Mallarangeng. Jubir dan sekaligus Menteri Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Indonesia Bersatu II di era-SBY itu merasa heran dengan polah para elite PDI Perjuangan

Mengingat, partai pemenang pemilu itu belum juga menyuarakan sikap terkait rencana Presiden Jokowi menaikan harga BBM.

Padahal saat era SBY, PDIP bersuara lantang lewat Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani. Bahkan, diwarnai tangis kedua tokoh tersebut yang mengaku sedih BBM naik saat era SBY.

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng itu juga teringat aksi Megawati dan PDIP pada 2008 silam. Lewat akun Instagram pribadinya, berikut tulisan lengkap Andi Mallarangeng.

"Menjelang kenaikan harga BBM bulan Mei tahun 2008, Megawati Soekarnoputri, Ketum PDIP, menangis sesenggukan di Makassar.

Dalam pidatonya ia terang-terangan menyindir kenaikan harga BBM dengan membacakan lirik lagu Iwan Fals. "BBM naik tinggi susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, anak kami kurang gizi," baca Mega mengutip lagu yang tenar di era 80-an yang berjudul Galang Rambu Anarki itu.

Bahkan ada pula anggota PDIP yang menggerakkan demo ke depan istana memprotes kenaikan harga BBM, atas nama rakyat.

Sekarang, menjelang kenaikan harga BBM, saya juga ingin mengutip lagu The Hutauruk Sisters: "Mana suaramu lagi? Mana tanyamu lagi?", demikian tulis pria berkumis macho itu di laman Instagram pribadinya seperti dikutip Suara Denpasar, Rabu 31 Agustus 2022.

Postingan itu juga banyak di reposting warganet. Banyak diantara mereka mengungkapkan isi hatinya terkait kondisi negeri ini.

Baca Juga: Pengamat Sebut Wajar Megawati Ngamuk dan Marahi Kader PDIP Manuver ke Partai Lain: Mega yang Bikin Parpol Besar!

Jelang kenaikan harga BBM, harga-harga lebih dulu melambung tinggi. "Iyo bener banget kangen yg kmrin nagis sama rakyat  pas BBM naik jaman Pak SBY," tulis akun @vitasari121288. "Menunggu drama menangis," sambung akun @toniaeinjanin. "Katanya Pak Jokowi adalah petugas partai, karena itu mestinya wajib menjalankan garis partai," sentil Andi Mallarangeng.

Load More