/
Senin, 05 September 2022 | 09:45 WIB
Ilustrasi tangan orang yang sudah sekarat (suara.com)

Suara Denpasar - Banyak komedian di Tanah Air yang mati muda atau di bawah 50 tahun. Sebut saja nama Sapri, yang meninggal akibat penyakit diabetes.

Lain lagi dengan Olga Syahputra yang meninggal akibat penyakit maningitis. Kepergian komedian kawakan Tanah Air di usia yang relatif muda itu tentu menyisakan kesedihan bagi fans mereka.

Penghibur saat kondisi sedang gundah nan galau pergi untuk selamanya. Lantas banyak di antara masyarakat maupun warganet yang bertanya-tanya mengapa banyak komedian yang meninggal di usia muda. 

Ternyata kasus komedian atau pelawak yang mati muda tidak hanya terjadi di Indonesia. Tapi, juga di belahan dunia lain.

Ingat saja kematian komedian Robin William. Bahkan fenomena ini menarik perhatian banyak peneliti untuk melakukan riset guna mengetahui korelasi pekerjaan dan kasus mati muda.

Ilmuwan asal Australia Professor Simon Stewart dari Universitas Mary MacKillop akhirnya melakukan riset. Diketahui pelawak yang paling lucu dengan audience besar akan semakin cepat mati di banding dengan pelawak standar.

"Pelawak yang lucumemiliki kemampuan komedi tinggi, tapi secara pribadi. Tidak sedikit yang menderita depresi atau penyakit mental lain yang akhirnya mengganggu kesehatan tubuh mereka," paparnya.

Lain lagi dengan penelitian Dokter Gil Greengross dari Meksiko. Psikolog dan antropolog ini mengatakan tekanan besar dihadapi pelawak karena selalu berusaha untuk membuat orang atau penonton tertawa.

Jadi, secara psikologi tekanan mental berat selalu mengiringi rutinitas pekerjaan mereka.
Guna mengurangi tekanan pekerjaan dan psikogi untuk membuat penonton tertawa.

Baca Juga: Taylor Swift August | Lirik Lagu

Tak jarang, pola hidup tak sehat dipilih para komedian. Dari makan sembarangan yang membuat obesitas, merokok, maupun minuman keras. Jadi, kalangan pelawak akan sangat rentan terserang penyakit jantung. ***

Load More