- Taruna Akpol peserta Latsitardanus menyelamatkan seorang bocah hampir hanyut di Sungai Aceh Tamiang saat kegiatan pascabencana.
- Kapolda Aceh dan Bupati Aceh Tamiang memberikan penghargaan kepada para taruna atas tindakan cepat penyelamatan korban.
- Tindakan cepat taruna tersebut menjadi bekal penting pengalaman lapangan sebelum mereka resmi bertugas sebagai anggota Polri.
Suara.com - Aksi penyelamatan seorang bocah yang hampir hanyut di Sungai Aceh Tamiang dilakukan oleh sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus).
Atas tindakan tersebut, para taruna bersama personel Polda Aceh menerima penghargaan dari Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah dan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi.
Peristiwa itu terjadi saat para taruna terlibat dalam kegiatan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Korban berhasil diselamatkan setelah taruna bertindak cepat dan korban segera mendapat penanganan medis.
Kapolda Aceh Irjen Marzuki menyatakan kehadiran personel Polri di wilayah terdampak bencana dibutuhkan dalam situasi darurat yang dihadapi masyarakat.
“Kehadiran semua orang di sini sangat dibutuhkan sebagai wujud nyata dari pengabdian Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” kata Marzuki kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).
Ia meminta seluruh personel yang bertugas di wilayah terdampak bencana tetap menjalankan tugas secara maksimal dan menjaga nilai-nilai Tribrata Polri.
“Saya mohonkan kepada seluruh personel, pertahankan di mana anda berada. Jadilah seperti lilin. Walaupun dia hancur lebur, dia bisa menerangi orang sekitar. Walaupun di sini sudah musibah, anda hadir akan memberi manfaat kepada masyarakat, anda adalah bagian dari lilin tersebut,” ujarnya.
Marzuki menambahkan, respons cepat para Taruna Akpol dalam insiden warga hanyut menunjukkan kesiapsiagaan di lapangan. Korban dipastikan selamat.
“Alhamdulillah sekarang selamat semuanya, terus berbuat baik. Karena berbuat baik itu bukan karena citra, tapi sudah tumbuh dari hati sanubari karena anda tertempa, terdidik selama 4 tahun,” katanya menambahkan.
Baca Juga: Cahaya Lilin di Antara Nisan, Malam Natal Keturunan Portugis Kampung Tugu
Sementara Danyon Taruna TK 3 Akpol AKBP Evon Fitrianto menyebut tindakan tersebut menjadi pengalaman penting bagi taruna sebelum bertugas secara penuh sebagai anggota Polri.
“Untuk para taruna, semoga apa yang sudah dikerjakan ini dapat dijadikan pengalaman dan pembelajaran untuk bekal nanti ketika sudah dinas di lapangan,” kata Evon.
Adapun taruna yang menerima penghargaan atas penyelamatan warga hanyut di Sungai Aceh Tamiang yakni BKT Muhammad Fahir, BKT Jason Moreno Nanggala Hutagalung, BKT Davindra Nur Oktafansyah, BKT Tribrata Putra Sambo, BKT Muhammad Raihan Aprilianto, BKT Dino Surya Wijaya, dan BKT Boni Arga Sihombing.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah pengasuh dan taruna lain yang terlibat dalam kegiatan ketahanan pangan di wilayah terdampak bencana.
Berita Terkait
-
Teriakan Histeris di Sungai Tamiang: 7 Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Aceh
-
Ratusan Taruna Akpol Diterjunkan ke Aceh Tamiang: Bersihkan Jalan hingga Pulihkan Sekolah
-
CERPEN: Di Depan Lilin Kami Meminta Sesuatu pada Tuhan
-
PP Dinilai Sebagai Dukungan Strategis Atas Perpol 10/2025: Bukan Sekedar Fomalitas Administratif
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi