/
Kamis, 15 September 2022 | 17:31 WIB
Mahfud MD bersama BIN, Polri, BSSN, Menkominfo usai rapat membahas Bjorka (IST)

Suara Denpasar – Seorang pemuda yang ditangkap di Kabupaten Madiun, Jawa Timur disebut bernama Muhammad Agung Hidayatulloh (21). Sebelumnya diinisialkan dengan MAH. Sempat muncul desas-desus atau tudingan dia adalah Bjorka.

Muhammaad Agung Hidayatulloh merupakan warga asal Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jatim. Dia dikabarkan ditangkap tim siber Mabes Polri pada Rabu (14/9/2022) malam. Penangkapan itu berlangsung pukul 18.30 WIB.

Menurut informasi, dia dikaitkan dengan hacker Bjorka yang sedang ramai karena membobol data kependudukan. Dan membagikan data sejumlah pejabat negara.

Dilansir dari Antara, Muhammad Agung Hidayatulloh sempat dimintai keterangan di Mapolsek Dagangan. Ia selanjutnya diangkut ke Mapolres Madiun. Pemeriksaan terhadap Agung dilakukan secara tertutup oleh tim siber dari Mabes Polri.

Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo dan Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Danang Eko Abrianto terlihat berada di Mapolsek Dagangan dalam penangkapan Agung Hidayatulloh. Walau begitu, tidak ada keterangan resmi soal penangkapan warga tersebut. Kabarnya, Agung malah dibawa ke Mabes Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan, penangkapan pemuda di Madiun itu masih didalami tim khusus (Timsus) bentukan Presiden Jokowi yang terdiri dari Polri, BIN, BSSN, dan Kemenkominfo.

“Semua tim masih bekerja semuanya,” kata Dedi, Kamis (15/9/2022).

Dia pun mengatakan pemuda di Madiun itu belum bisa dipastikan apakah hacker Bjorka atau bukan. “Belum disimpulkan seperti itu karena masih didalami timsus,” akunya.

Katanya, pemuda yang disebut bernama Agung Hidayatulloh ini masih dalam penyelidikan tim khusus (timsus). Soal kepastiannya, kata dia, akan disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD.

Baca Juga: Effendi Simbolon Minta Maaf, Jenderal Dudung Perintahkan Semua Anggota TNI Hentikan Kecaman

“Kita sabar menunggu timsus bekerja biar nanti disampaikan pak Menkopolhukam lebih komprehensif,” jelas dia. (*)

Load More