/
Senin, 17 Oktober 2022 | 09:56 WIB
Banjir besar menerjang Kabupaten Jembrana, Bali dan kabupaten sekitarnya. (Istimewa)

Suara Denpasar- Ratusan warga di wilayah Jembrana, Bali memilih untuk mengungsi guna menghindari air bah.

Sebagian warga bukan hanya mengamankan sanak keluarga, namun mereka juga turut membawa hewan ternak mereka seperti sapi.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi meluapnya air sungai yang bisa membahayakan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai. 

Terlebih hujan juga masih berpotensi mengguyur wilayah Jembrana dan daerah sekitarnya. 

Sebelumnya luapan air sungai bahkan sampai membuat jembatan di Dusun Biluk Poh, Kecamatan Mendoyo terendam.

Air meluap hingga ke atas jembatan dan wilayah pinggi sungai.

Akibat kejadian ini arus kendaraan arah Denpasar-Gilimanuk dan sebaliknya, dilarang untuk sementara melewati jembatan ini. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim menuju sejumlah lokasi bencana.

"Bencana ini karena luapan air dari sungai," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Senin (17/10) dikutip dari beritabali.com.

Baca Juga: Air Bandang Tiba-tiba Sapu Rumah Keluarga Ngurah Suparta di Karangasem Bali, 1 Anaknya Meninggal, 1 Belum Ditemukan

Sehari sebelumnya hujan lebat di hulu sungai Minggu (16/10) menyebabkan sungai-sungai di Jembrana meluap hingga ke daratan sisi sungai. 

Bencana banjir juga terjadi di wilayah Karangasem dan sejumlah kabupaten kota lainnya. ***

Load More