Suara Denpasar – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika tampaknya ingin benar-benar lepas dari bayang-bayang Kang Dedi Mulyadi. Bahkan, panggilan Ambu yang melekat pada namanya pun ingin dilucuti. Dia ogah dipanggil Ambu Anne lagi, melainkan minta disapa Neng Anne. Diduga dia tidak respect lagi kepada suaminya, Dedi Mulyadi. Apalagi terungkap fakta mengejutkan di balik panggilan ambu.
Keinginan Anne Ratna tidak dipanggil ambu itu disampaikan saat hadir dalam Gebyar Desa dan Gempungan di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (26/10/2022).
Pernyataan itu disampaikan secara terbuka di atas podium yang disaksikan ratusan orang yang hadir. Kala itu, hadir pula Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Bupati Purwakarta H. Aming, sejumlah pejabat dan masyarakat.
“Nama panggilan saya hari ini diganti, ya. Jangan panggil Ambu lagi, tapi diganti menjadi Neng. Catat, jangan panggil Ambu tapi Neng Anne,” kata Anne Ratna disambut riuh hadirin sebagaimana dilansir dari Youtube Dulur Rahayu.
Tidak diketahui persis mengapa Anne Ratna Mustika ingin melucuti panggilan Ambu yang kadung melekat puluhan tahun sejak menjadi istri Kang Dedi Mulyadi. Akan tetapi, dari penelusuran Suara Denpasar, ada ulasan bahwa panggilan ambu terhadap Anne Ratna Mustika merupakan pemberian dari Kang Dedi Mulyadi, lelaki yang menikahinya sejak 2003 silam.
“Mengapa Bupati Purwakarta tidak mau dipanggil ambu? Apakah sebutan itu penting? Publik tentu saja menduga-duga, ketidakmauan bupati Purwakarta Ambu Anne tersebut dipanggil ambu lantaran kesungguhan Ambu Anne dalam menggugat cerai Kang Dedi Mulyadi, suaminya,” demikian disampaikan dalam Youtube Dulur Rahayu.
Dalam sejarahnya, Youtube Dulur Rahayu melanjutkan, yang membuat panggilan ambu adalah Kang Dedi Mulyadi sebagai wujud rasa sayang dan cinta kepada istrinya. Kang Dedi membiasakan kepada istrinya dengan panggilan ambu.
“Bahkan dia memperkenalkan kepada publik, kepada masyarakat, kepada para pejabat, dan kepada para kepala desa yang ada di desa bahwa istrinya tersebut harus dipanggil ambu,” katanya.
Dalam sebuah buku yang berisi kumpulan pidato Kang Dedi Mulyadi berjudul Kang Dedi Menyapa jilid 2, halaman 187, Kang Dedi membedah dan menyinggung soal konsep ambu dalam tradisi Sunda. Tulisan itu berisi pidato Kang Dedi Mulyadi saat peringatan Hari Kartini di Balai Citra Resmi, Purwakarta pada 21 April 2014.
Pada awal pidato Kang Dedi Mulyadi menyinggung tentang peran perempuan dari zaman kerajaan hingga Indonesia merdeka. Pada pokoknya, dia melihat bahwa kiprah perempuan dalam ranah publik merupakan hal yang biasa dan wajar dalam berbagai dimensi kehidupan, termasuk dalam tradisi Sunda.
Kang Dedi kemudian membahas soal ambu. Kata ambu menurut Kang Dedi Mulyadi berkaitan dengan penyebutan orang Sunda terhadap Tuhannya. Orang Sunda menyebut Tuhannya itu dengan Sunan Ambu, dan sebutan ini relatif sangat feminin.
“Mungkin Kang Dedi Mulyadi terinspirasi menyebut istrinya Anne Ratna Mustika tersebut dari pengetahuan filosofis dan teologisnya, soal bagaimana orang Sunda menyebut dan memanggil sesembahan, sosok yang dimulyakan, sosok yang dihormati dan dipuja dengan sebutan Sunan Ambu,” jelasnya.
“Saat Anne Ratna Mustika sudah tidak mau dipanggil ambu lagi, bisa jadi karena sudah tidak respect dan menghargai pemberian nama dari Kang Dedi Mulyadi tersebut,” pungkas Youtube Dulur Rahayu memberi ulasan. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi Makin Terang-terangan Serang Bupati, Sudah Bayar Kebersihan Kok Diberi Hadiah Sampah
-
Kang Dedi Mulyadi Unggah Sudah Enek dan Hilang Selera Gara-gara Ini, Warganet Doakan Tegar Hadapi Sidang Cerai
-
Anne Ratna Sebut Ada Hantu Keliaran dan Belum Move On Ajak Menjauh dari Bupati, Sindir Kang Dedi Mulyadi?
-
Proses Cerai dari Kang Dedi, Bupati Purwakarta Minta Dipanggil Neng Anne, Bukan Ambu Anne Lagi
-
Kang Dedi Mulyadi Bubarkan Truk di Proyek Galian Tanah yang Dianggap Membahayakan di Purwakarta
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL