Suara Denpasar- Dedi Mulyadi yang merupakan tokoh Purwakarta makin terang-terangan menyerang kebijakan pemerintah daerah setempat dalam hal ini bupati soal penumpukan sampah.
Dia terang-terangan menyebut warga yang sudah membayar pajak bahkan membayar uang kebersihan malah mendapatkan hadiah sampah.
Pria yang biasa disapa Kang Dedi ini mempertanyakan kebijakan bupati terkait dengan banyaknya penumpukan sampah.
Pernyataan ini bermula saat Kang Dedi sedang berkunjung ke sebuah lokasi yang seperti pasar.
Di lokasi ini banyak tumpukan sampah yang diperkirakan jika diangkut dengan truk bisa sampai 50 truk sampah.
"Ini sudah kayak lautan sampah, ini lebih banyak dibanding dulu, kalau dulu saya sekitar 30 truk ini perkiraan saya 50 truk, sampah menumpuk, sudah kayak lautan sampah," kata Kang Dedi dikutip dari unggahan di akun instagramnya Kamis (27/10) yang bertepatan dengan sidang gugatan perceraiannya dengan bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.
Kang Dedi lalu menanyakan kepada warga yang kebetulan berada di seputar tumpukan sampah berada.
"Ini sudah berapa bulan (tidak diangkut)," tanya Kang Dedi yang langsung dijawab warga setempat jika tumpukan sampah ini diperkirakan hanya tiga hari saja.
"Ini kalau dua hari dua hari lama-lama menumpuk dong pak, baru tiga hari tidak terangkut saja segini," jelasnya.
Kang Dedi lalu bertemu dengan pemilik toko yang berada di depan tumpukan sampah berada.
"Toko keganggu semua, omset turun drastis," kata pemilik toko kepada Kang Dedi.
Kang Dedi lalu langsung memotong dan mengatakan apa sudah usul ke bupati?
"Gak didenger pak," jawab pemilik warung.
Kang Dedi Mulyadi lalu menegaskan bahwa ini adalah tugas pemerintah.
"Ini kan tugas pemerintah, kan sudah bayar pajak, bayar kebersihan kok diberi hadiah tumpukan sampah, ini kan orang malas belanja kalau (kondisi) begini," jelasnya.
"Dulu pernah saya bersihin, tapi ketika saya bersihin ribut dianggap ikut campur, makanya biar gak dianggap ikut campur beresin dong," saran Kang Dedi.
"Nanti kalau saya ikut bersihin dianggap pencitraan," ungkapnya.
Kang Dedi Mulyadi menyarankan kepada bupati setempat jika armadanya kurang, maka bisa dengan menyewa armada lainnya untuk mengangkut sampah tersebut. ***
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi Unggah Sudah Enek dan Hilang Selera Gara-gara Ini, Warganet Doakan Tegar Hadapi Sidang Cerai
-
Anne Ratna Sebut Ada Hantu Keliaran dan Belum Move On Ajak Menjauh dari Bupati, Sindir Kang Dedi Mulyadi?
-
Proses Cerai dari Kang Dedi, Bupati Purwakarta Minta Dipanggil Neng Anne, Bukan Ambu Anne Lagi
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Anak Pejabat Riau Positif Ganja Gegara Hirup Asapnya, Amankah Pemusnahan Narkoba?
-
Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump
-
Quinn Salman Bagikan Resep Asah Kreativitas di Depan Ribuan Anak
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
Hati-hati! Saldo Rekening Bisa Ludes Sendiri Jika Kamu Abaikan Aturan Ini
-
Usai Park Ji Hoon, Jang Dong Yoon Berpeluang Bintangi Drama Korea Promotor
-
Di Antara Dingin, Doa, dan Cahaya Subuh Al-Aqsa
-
Ungkap Misteri Puteri Gunung Ledang dalam Bukuloka: Janji Di Puncak Ledang
-
Manggala Agni Berupaya Padamkan Kebakaran Lahan 60 Hektare di Pelalawan
-
Cici Nuni Ungkap Rahasia Sukses Jadi Affiliator, Penghasilannya Setara Pekerja Kantoran