Suara Denpasar - Tidak pernah terpikirkan bila ini terjadi di Indonesia. Ialah pemerintah Korea Utara pernah memiliki pasukan bernama Kippumjo atau Gippeumjo. Apa itu?
Dikutip dari wikipedia, Kippumjo merupakan pengumpulan kelompok dari sekitar 2,000 wanita dan gadis yang diadakan oleh kepala negara Korea Utara untuk keperluan menyediakan kesenangan, terutama dalam hal seksual dan hiburan untuk para pejabat Partai Buruh Korea dan keluarga mereka, serta secara khusus para tamu istimewa.
Para gadis dikumpulkan untuk pemuas nafsu para petinggi negara di Korea Utara ini dimulai pada masa pemerintahan pendiri Korea Utara, Kim Il-sung. Pendiri korea utara ini percaya bahwa melakukan hubungan seksual dengan wanita muda bisa meningkatkan kekuatan hidup serta kemampuan seksualnya.
Menariknya, pasukan ini menargetkan gadis berusia sekitar 13 dan 14 tahun gadis dan harus mengikuti tes perawan terlebih dahulu. Gadis-gadis ini pun diminta untuk menari, bernyanyi, menjadi pembantu rumah tangga dan melakukan apapun, termasuk memenuhi nafsu petinggi negaranya.
Lalu bagaimana cara merekrutnya? Kabarnya, unsur pemaksaan pun terjadi. Berbagai sumber menyebut, para gadis itu diculik saat sedang sekolah dan orang tua si gadis itu pun tidak bisa menolak, sebab ada intimidasi dari pihak militer.
Jika nantinya para gadis ini sudah menginjak kepala dua, maka mereka akan pensiun. Setelah pensiun, mereka akan dijadikan perempuan simpanan, selingkuhan atau bahkan sebagai perempuan penghibur. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar