Suara Denpasar – Sikap penuh integritas Suroso, seorang hansip di Dusun Kalibening, Desa Kebondalem, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menarik perhatian Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Kang Dedi Mulyadi. Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini tak hanya memberi uang Rp2,5 juta. Dia juga membereskan masalah Suroso.
Sebelumnya melalui video yang tayang di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kang Dedi menemui Suroso yang sedang berjaga mengatur lalu lintas di persimpangan jalan. Saat itu, Kang Dedi meminta Suroso mengantarnya ke atas, yakni tempat pertemuan antara Komisi IV DPR RI dengan petani alpukat di Kalibening, dan pihak-pihak lain, termasuk dari Kementerian Pertanian.
Akan tetapi, Suroso tidak mau. Ketika disodorkan uang Rp500 ribu, Suroso tetap tidak mau. Dia menolak ajakan Kang Dedi ini dengan alasan dia mendapat tugas untuk berjaga di persimpangan jalan itu oleh kepala dusun. Padahal, sebagai hansip, dia tidak mendapat gaji. Baru dijanjikan akan diberi gaji Rp500 ribu per tiga bulan.
Kang Dedi pun mengiming-imingi Suroso dengan uang Rp1 juta. Tapi tetap ditolak. Dengan uang Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta, Suroso tetap menolak mengantarkan Kang Dedi. Sikap penuh integritas itu membuat Kang Dedi menyatakan salut.
Kang Dedi Mulyadi pun memberi hormat dan mencium tangan Suroso. Kemudian dia memberi uang Rp2,5 juta secara cuma-cuma, dan Suroso tak perlu mengantarnya.
Nah, setelah acara pertemuan dengan petani alpukat selesai, Kang Dedi sempat bercerita entang integritas hansip Suroso kepada Kadus Kalibening dan Kepala Desa Kebondalem. Kemudian diketahui bahwa Suroso adalah satu-satunya warga yang beragama Kristen Protestan. Mayoritas warga di Kalibening beragama Islam.
Saat bercerita tentang Suroso, Kadus Kalibening sempat menangis. Dia terenyuh karena Suroso mendapat perhatian dari Kang Dedi Mulyadi. Sesuatu yang belum bisa dilakukan oleh Kadus maupun Kades. Apalagi, Suroso bekerja sebagai kuli serabutan.
Kang Dedi pun meminta agar diantarkan ke rumah Suroso setelah acara selesai. Akhirnya atas perintah kepala desa dan kadus, Suroso dipanggil untuk pulang ke rumahnya.
Kang Dedi Mulyadi sempat mengecek rumah Suroso, memasuki dapur, dan duduk di ruang tamu. RUmah itu ternyata belum selesai dibangun. Dindingnya belum diplester. Ketika ditanya, Suroso memberi alasan.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Hampir Tertipu Pedagang Nanas yang Tak Jujur, Akhirnya Bersumpah
“Belum ada modal,” kata Suroso.
Kang Dedi pun meminta Suroso untuk mengajak Naomi, salah satu mahasiswa IPB yang sedang menggelar kuliah kerja nyata (KKN) di dusun itu untuk mendoakannya agar bisa memplester rumahnya.
Setelah percakapan tersebut, Kang Dedi Mulyadi pun izin pamit. Dia bersalaman dengan Suroso di depan rumah, kemudian menyampaikan ke Kades Kebondalem, Nur Holiq untuk menghitung biaya memplester dan memasang keramik rumah Suroso.
“Pak Kuwu tinggal dihitung, semennya butuh berapa sak, pasirnya butuh berapa sak, keramiknya butuh berapa meter, nanti tinggal WA saya, nanti saya transfer,” kata Kang Dedi.
“Ya, siap,” jawab Pak Kades.
Kang Dedi pun bersalaman lagi dengan Suroso.
"Orang baik pasti mendapat kebaikan," kata Kang Dedi Mulyadi saat menjabat tangan Suroso. (*)
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi Bangun dan Gratiskan 6 Destinasi Wisata, Ambu Anne Kenakan Tarif, Termasuk Air Mancur Sri Baduga
-
Waduh! Pernikahan Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika Ternyata Sempat Tidak Mendapat Restu dari Keluarga Besar Ambu Anne?
-
Hot! Sindiran Pedas Dedi Mulyadi pada Guru Ngaji Ambu Anne: Tugasnya Mendamaikan, Bukan Beri Hukuman!
-
Duh! Dedi Mulyadi Salahkan Guru Ngaji Anne Ratna Sebab Umroh Tak Izin Suami? Bawa-bawa Syariat Islam!
-
Gegara Digugat Cerai Ambu Anne, Kang Dedi Mulyadi Terkejut Didoakan Cepat Dapat Jodoh
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
5 Rekomendasi Ngabuburit, Isi Aktivitas Produktif Jelang Buka Puasa
-
WNI di Meksiko Aman, Kemlu Minta Jaga Komunikasi dengan KBRI
-
Tayang 14 Maret, Ini Jajaran Pemain Drama Korea Thriller Medis Doctor Shin
-
Dasco Pasang Badan untuk Buruh Mie Sedaap, PHK Akhirnya Disetop
-
Puji Kiprah Persib di Kompetisi Asia, AFC Siapkan Sanksi Berat untuk Maung Bandung
-
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
-
Ribuan Orang Sudah Manfaatkan Program Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta, Ini Syaratnya!
-
Real Madrid Tak Terima Vinicius Jadi Korban Rasisme, Pemain Muda Mereka Malah Hina Orang China
-
Berapa Selisih Harga Burgman dan Satria? Tengok Banderol Motor Suzuki Terbaru
-
Hujan 3 Hari Bali Belum Usai: Daerah Mana yang Diprediksi BMKG Bakal Terendam Lagi?