Lifestyle / Komunitas
Kamis, 28 Mei 2026 | 10:45 WIB
Ilustrasi puasa setelah idul adha - Foto udara Umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 H di Lapangan Batur, Desa Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026). [ANTARA FOTO/Makna Zaezar/nym]
Baca 10 detik
  • Umat Islam dilarang berpuasa selama hari tasyrik yang berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah setiap tahunnya.
  • Larangan berpuasa ditetapkan karena hari tasyrik merupakan rangkaian perayaan Idul Adha untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.
  • Umat Muslim diperbolehkan kembali menjalankan ibadah puasa sunnah setelah hari tasyrik berakhir, yakni mulai tanggal 14 Dzulhijjah.

Suara.com - Setelah menjalani puasa Arafah dan merayakan Hari Raya Idul Adha, banyak umat Islam bertanya-tanya: puasa setelah Idul Adha kapan lagi boleh dilakukan? Jawabannya, umat Muslim harus menunggu hingga berakhirnya hari tasyrik yang jatuh pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Pada tiga hari tersebut, umat Islam dilarang berpuasa karena hari tasyrik merupakan bagian dari rangkaian perayaan Idul Adha. Larangan ini dijelaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW dan keterangan para ulama. 

Menurut penjelasan NU Online Lampung, hari tasyrik adalah tiga hari setelah hari nahar atau Idul Adha, yakni tanggal 11-13 Dzulhijjah. Pada masa itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak makan, minum, berdzikir, serta menyembelih hewan kurban.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa kata “tasyrik” berasal dari bahasa Arab “syarraqa” yang berkaitan dengan aktivitas menjemur daging kurban di bawah sinar matahari. Dahulu, daging kurban diawetkan dengan cara dijemur agar tahan lama. 

Kapan Boleh Puasa Lagi Setelah Idul Adha?

Puasa sunnah kembali diperbolehkan mulai tanggal 14 Dzulhijjah atau setelah hari tasyrik berakhir. Artinya, selama tanggal 11-13 Dzulhijjah umat Islam tidak boleh menjalankan puasa sunnah maupun puasa lainnya, kecuali dalam kondisi tertentu bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan hadyu.

Larangan tersebut berdasarkan hadis Rasulullah SAW:

“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”

Hadis tersebut diriwayatkan Imam Muslim dan menjadi dasar bahwa hari tasyrik bukan waktu untuk menahan makan dan minum seperti puasa.

Baca Juga: Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu

Umat Islam kembali diperbolehkan berpuasa mulai 14 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau setelah hari tasyrik berakhir. Sebab, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah merupakan hari tasyrik yang diharamkan untuk berpuasa.

Jika mengacu kalender Hijriah 2026 di Indonesia, Idul Adha diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026. Dengan demikian, hari tasyrik berlangsung pada 28-30 Mei 2026, sehingga umat Muslim baru boleh menjalankan puasa lagi mulai 31 Mei 2026.

Mengapa Hari Tasyrik Dilarang untuk Puasa?

Ada beberapa alasan mengapa puasa dilarang pada hari tasyrik, di antaranya:

  • Hari tasyrik masih termasuk suasana hari raya Idul Adha.
  • Umat Islam dianjurkan menikmati hidangan daging kurban.
  • Hari tasyrik menjadi waktu memperbanyak dzikir dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga menyebut hari Arafah, Idul Adha, dan hari tasyrik sebagai hari raya umat Islam. Karena itu, puasa pada hari-hari tersebut diharamkan bagi kebanyakan umat Muslim.

Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Tasyrik

Meski tidak boleh puasa, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak ibadah selama hari tasyrik. Beberapa amalan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memperbanyak takbir dan dzikir
  • Menyembelih hewan kurban
  • Bersedekah dan berbagi makanan
  • Menjalin silaturahmi dengan keluarga dan tetangga

Hari tasyrik menjadi momentum untuk menikmati nikmat Allah SWT sekaligus mempererat kebersamaan antarumat Muslim.

Load More