Suara Denpasar - Timnas Jepang membuat kejutan setelah mengalahkan tim raksasa Eropa, Jerman dengan skor 2-1 di laga pertama Grup E Piala Dunia 2022 Qatar.
Tak ingin berhenti di sana, Jepang bertekad untuk kembali membuat kejutan. Selanjutnya, Samurai Biru, julukan Timnas Jepang akan melawan Kosta Rika.
Hasil tersebut akan menentukan langkah tim asuhan Hajime Moriyasu ini melangkah ke babak 16 besar.
Hajime mengatakan kemenangan atas Jerman memberikan "ketenangan" bagi anak asuhnya.
Hajim begitu dieluh-eluhkan anak asuhnya setelah memimpin Jepang bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan juara empat Piala Dunia tersebut.
Saat memimpin sesi latihan, dia diberi kejutan dengan semprotan air oleh anak-anak asuhnya saat berbicara kepada reporter.
Mendapat perlakuan itu, sang manajer hanya tertawa. Meski dia dimandikan lebih awal.
Dalam sesi latihan itu, dia mengingatkan para pemainnya untuk tidak terlena dengan kemenangan bersejarah mereka.
"Yang kami pikirkan sekarang adalah pertandingan selanjutnya yang ada di depan kami, sama seperti biasa yang kami lakukan," kata Moriyasu seperti dikutip AFP.
Baca Juga: Mantan Suami Ngotot Jual Mobil Anak, Mawar AFI Curigai Niatnya Usai Dapat Panggilan Sidang
"Pada hari pertandingan yang kami rayakan apabila kami menang atau kami rasakan frustasi saat kalah, kami selalu memikirkan hal-hal yang bisa kami lakukan dengan lebih baik dan mulai mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya dengan cara positif."
Moriyasu mengatakan timnya merasakan "ketenangan" setelah mengalahkan Jerman dan sebelum menghadapi Kosta Rika yang dihajar 0-7 oleh Spanyol pada pertandingan pembukanya, pada Minggu nanti.
Jepang harus bermain bertahan sekaligus menyerang melawan Jerman, sebelum mengejar ketertinggalan 0-1 lewat dua gol dari pemain cadangan Ritsu Doan dan Takuma Asano.
"Jerman adalah tim yang kuat dan saya tahu kami harus bertahan dengan baik dan juga menyerang," kata Moriyasu.
"Bukan hanya Jerman, kami memiliki ideal kami sendiri soal bagaimana kami ingin bermain tapi kami harus realistis dan bertahan di sana sesekali. Para pemain Jepang bisa melakukan itu."
Perubahan taktik juga membantu Jepang mengubah arah permainan ketika Moriyasu memasukkan pemain Arsenal Takehiro Tomiyasu dan berganti menggunakan tiga pemain bertahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
Terkini
-
Skuad Pincang Bukan Halangan, Persija Jakarta Siapkan Taktik Lumat Persebaya
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Bus Harapan Jaya Angkut 12 Pejabat Pemkab Tulungagung ke Surabaya Usai Diperiksa 12 Jam
-
Terlapor Dijadikan Mesin ATM, Sisi Lain Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Malang
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Makna Belajar yang Hilang di Balik Sistem Pendidikan Indonesia
-
26 Kode Redeem FF 11 April 2026, Peluang Emas Koleksi Item Keren The Skull Hunter
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Timnas Indonesia Hadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026?
-
5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu