- Pemerintah mengalokasikan anggaran APBN sebesar Rp100 miliar untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban bagi masyarakat tahun 2026.
- LHKPN per 31 Maret 2026 mencatat total kekayaan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp2,06 triliun tanpa catatan utang.
- Program kurban yang dibiayai negara tersebut bertujuan mendukung peternak lokal sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di 38 provinsi.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah pemerintah mengumumkan pembelian 1.098 ekor sapi kurban untuk Idul Adha 2026. Sapi-sapi kurban tersebut dibeli dengan anggaran negara sekitar Rp100 miliar.
Di tengah program tersebut, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru Presiden yang dirilis KPK menunjukkan total kekayaan mencapai Rp2,06 triliun. Angka ini memicu diskusi mendalam tentang perbedaan antara kekayaan pribadi dan penggunaan dana publik.
Menurut LHKPN periodik 2025 yang dilaporkan pada 31 Maret 2026, harta kekayaan Prabowo Subianto tercatat Rp2.066.764.868.191 atau sekitar Rp2,06 triliun. Ini naik Rp4,5 miliar dari laporan sebelumnya (Rp2.062 triliun). Tidak ada utang yang tercatat, menandakan posisi keuangan yang sangat solid.
Kekayaan Prabowo Subianto menurut Aset LHKPN
Komposisi harta Prabowo didominasi oleh surat berharga senilai Rp1,677 triliun (sekitar Rp1,6-1,7 triliun). Ini menjadi porsi terbesar, mencerminkan investasi di instrumen keuangan yang kemungkinan berasal dari bisnis sebelum terjun ke politik.
Aset properti berupa tanah dan bangunan bernilai Rp323,7 miliar hingga Rp294,5 miliar, tersebar di Jakarta Selatan dan Kabupaten Bogor. Properti termahal berada di Jakarta Selatan dengan luas tanah 8.365 m² dan bangunan 2.175 m² senilai Rp168,27 miliar.
Selain itu, Prabowo memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp1,25 miliar. Ini termasuk tujuh mobil dan satu motor.
Lalu harta bergerak lain Rp16,46 miliar, serta kas dan setara kas Rp48 miliar. Total aset ini menempatkan Prabowo sebagai salah satu pejabat negara terkaya berdasarkan LHKPN.
Kekayaan ini berakar dari latar belakang Prabowo sebagai pengusaha sukses sebelum menjadi Menteri Pertahanan dan kemudian Presiden. Bisnis di bidang pertanian, peternakan, dan investasi lainnya telah membangun fondasi kekayaannya selama puluhan tahun.
Baca Juga: Nasaruddin Umar Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wapres
Program Kurban Rp100 Miliar dari APBN
Pada sisi lain, program kurban Presiden dengan 1.098 ekor sapi premium (Simental, Limousin, Brahman, Angus, Belgian Blue, dan sapi Bali) menggunakan dana APBN melalui pos Bantuan Presiden dan Bantuan Kemasyarakatan Presiden.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan anggaran sekitar Rp100 miliar berasal dari negara, bukan kantong pribadi Prabowo.
Sapi-sapi ini dibeli dari peternak lokal dengan bobot rata-rata di atas 800 kg, dan akan dibagikan ke 552 wilayah di 38 provinsi, lembaga sosial, pondok pesantren, serta tokoh masyarakat.
Program ini bertujuan mendukung peternak lokal, meningkatkan ekonomi pedesaan, dan memenuhi syariat Islam dalam berkurban. Pemerintah menekankan manfaatnya bagi rakyat banyak, terutama di daerah.
Namun, penamaan "sapi kurban Prabowo" meski dananya dari APBN memicu kritik. Sebagian masyarakat mempertanyakan mengapa program publik disandingkan dengan figur pribadi presiden, sementara nilai Rp100 miliar untuk satu program kurban dianggap signifikan di tengah berbagai kebutuhan negara lainnya.
Kekayaan pribadi Rp2,06 triliun Prabowo jauh melebihi anggaran kurban Rp100 miliar. Ini menggambarkan kapasitas finansial pribadi yang kuat, tapi juga menyoroti mekanisme penggunaan APBN untuk program sosial presiden. Tradisi bantuan presiden memang ada sejak lama, namun skala dan visibilitas program ini lebih tinggi.
Program 1.098 sapi kurban, meski kontroversial dalam penamaannya, menjadi bagian dari narasi kepemimpinan Prabowo yang ingin dekat dengan tradisi dan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen
-
Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027
-
Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA
-
Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak
-
Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib
-
Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong