/
Rabu, 07 Desember 2022 | 21:07 WIB
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dievakuasi karena dilempari batu dan diacungi samurai oleh pedagang Pasar Rengasdengklok, Karawang, Rabu (7/12/2022) (Instagram @cellicanurrachadiana)

Suara Denpasar - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang sempat dijodohkan dengan anggota DPR RI Dedi Mulyadi, dilempari batu oleh pedagang di Pasar Rengasdengklok, Karawang, Rabu (7/12/2022). Hal itu terjadi terkait rencana relokasi Pasar Rengasdengklok yang ditolak para pedagang.

Peristiwa kerusuhan di Pasar Rengasdengklok ini bahkan diunggah sendiri oleh Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana melalui instagram pribadinya @cellicanurrachadiana. Dalam video itu terlihat Cellica terlihat dievakuasi aparat Satpol PP untuk masuk ke dalam mobil setelah terjadi kerusuhan.

Dia tampak meninggalkan Pasar Rengasdengklok lantaran pedagang sudah mengamuk, dan melemparinya menggunakan batu.

"Kami sangat menyesalkan," kata Bupati Karawang, Cellica.

Dia menyatakan, kedatangannya dengan niat baik untuk menata Rengasdengklok agar lebih rapi, tertata dan nyaman. Akan tetapi, lanjut dia, niat baik ini dibalas dengan lemparan batu, petasan, botol kaca, balok kayu.

"Serta acungan samurai dan senjata tajam," lanjut Cellica.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana melanjutkan, rencana relokasi Pasar Rengasdengklok sudah melalui beberapa upaya persuasif. Di antaranya melakukan sosialisasi terhadap para pedagang bahkan sampai 4 bulan lamanya.

Bahkan, ada beragam cara agar relokasi ini berjalan mulus. Selain sosialisasi, Pemkab Purwakarta memberikan relaksasi pembiayaan hingga harga kios di pasar baru yang kelak ditempati para pedagang, termasuk syarat awning (atap) untuk para PKL.

"Kami bersama Muspida datang ke Rengasdengklok untuk berdiskusi, berdialog, mendengar dan menangkap keinginan pedagang pasar, tapi mengapa kami justru dibalas dengan kekerasan," jelas dia.

Baca Juga: Heboh! Bupati Karawang Yang Dijodohkan Dengan Kang Dedi Mulyadi Ternyata "Adik Kakak" Dengan Anne Ratna Mustika

Cellica menuding, kekerasan yang dilakukan para pedagang Pasar Rengasdengklok ini adalah karena adanya provokasi oknum. Dia meminta agar pedagang melihat dan berpikir lebih jernih terkait persoalan di Pasar Rengasdengklok yang sudah puluhan tahun kumuh, macet, bau dan jorok.

"Jangan mau dimanfaatkan oknum-oknum LSM yang hanya ingin membuat Dengklok tidak kondusif dengan memanfaatkan keberadaan teman-teman pedagang," paparnya.

Dia bersama Ketua DPRD Karawang, Dandim, Kajari, Wakapolres dan Sekda sejatinya datang untuk menemui pedagang. Sayang, kata dia, karena ulah provokasi oknum, situasi kekeluargaan dan musyarawah yang mestinya tercipta justru jadi ajang untuk menyerang rombongan bupati dkk.

"Kami datang menemui teman-teman pedagang tidak dengan senjata, tidak dengan pentungan, tidak dengan mobil water canon, tidak dengan gas air mata, tidak dengan pasukan pengendali massa. Kami datang ke Dengklok murni ingin mendengar aspirasi pedagang semua. Kami tidak ingin ada kekerasan, kami tidak mau ada satu pun rakyat kami yang terluka," papar Cellica. (*)

Load More