Suara Denpasar - Twitter mengalami error menjelang pemberlakuan kewajiban langganan berbayar untuk para pemilik akun centang biru atau verified.
Twitter mulai meluncurkan layanan berlangganan bagi pemilik akun centang biru mulai Senin, 12 Desember 2022 kemarin.
Setiap pengguna akan diminta berlangganan agar akunnya bisa terverifikasi dengan harga US$8 (Rp 124.800) atau US$11 (Rp 171.600) per bulan bagi pengguna iPhone.
Twitter menjelaskan langganan tersebut akan masuk dalam Twitter Blue.
Pengguna yang berlangganan layanan tersebut dapat memperoleh akses ke fitur khusus platform termasuk mendapatkan centang biru.
“Kami meluncurkan kembali @TwitterBlue pada hari Senin-berlangganan di web seharga US$8/bulan atau iOS senilai US$11/bulan untuk mendapatkan akses ke fitur khusus pelanggan termasuk tanda centang biru,” tulis Twitter melalui akun resminya seperti dikutip dari The Guardian pada Senin, 12 Desember 2022.
Twitter menjelaskan mereka yang berlangganan akan lebih menonjol dibandingkan dengan yang tidak dalam platform tersebut.
Mulai dari ‘meroket balasan, mentions, dan pencarian'.
The Guardian juga menuliskan bahwa Twitter menjanjikan fitur ini akan segera hadir.
Baca Juga: Harga dan Spesifikasi Realme Smart TV Resmi, Biar Bisa Nonton Siaran Digital
Sebagai catatan, saat ini belum semua negara dapat memperoleh layanan tersebut.
Namun, rencananya akan lebih banyak pengguna yang dapat memanfaatkannya di masa depan.
Twitter melalui situsnya menuliskan layanan tersebut tersedia di iOS untuk Amerika Serikat (AS), Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Inggris dengan rencana akan terus dikembangkan.
Twitter saat ini di bawah kepemimpinan Elon Musk memang banyak melakukan perubahan akun tersertifikasi.
Selain harus berlangganan, tanda centang juga akan memiliki berbagai warna tidak hanya biru.
Melansir dari NDTV, centang biru digunakan bagi pengguna individu seperti selebriti maupun bukan.
Selain itu ada juga centang emas atau gold checks dan centang abu-abu atau grey checks.
Gold checks digunakan untuk akun perusahaan, sedangkan grey checks digunakan bagi akun pemerintah. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7
-
Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY
-
Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat
-
IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk
-
Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi
-
253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh
-
Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat
-
Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun