/
Selasa, 13 Desember 2022 | 09:30 WIB
Ilustrasi twitter (Suara Purwokerto)

Suara Denpasar - Twitter mengalami error menjelang pemberlakuan kewajiban langganan berbayar untuk para pemilik akun centang biru atau verified.

Twitter mulai meluncurkan layanan berlangganan bagi pemilik akun centang biru mulai Senin, 12 Desember 2022 kemarin.

Setiap pengguna akan diminta berlangganan agar akunnya bisa terverifikasi dengan harga US$8 (Rp 124.800) atau US$11 (Rp 171.600) per bulan bagi pengguna iPhone.

Twitter menjelaskan langganan tersebut akan masuk dalam Twitter Blue. 

Pengguna yang berlangganan layanan tersebut dapat memperoleh akses ke fitur khusus platform termasuk mendapatkan centang biru.

“Kami meluncurkan kembali @TwitterBlue pada hari Senin-berlangganan di web seharga US$8/bulan atau iOS senilai US$11/bulan untuk mendapatkan akses ke fitur khusus pelanggan termasuk tanda centang biru,” tulis Twitter melalui akun resminya seperti dikutip dari The Guardian pada Senin, 12 Desember 2022.

Twitter menjelaskan mereka yang berlangganan akan lebih menonjol dibandingkan dengan yang tidak dalam platform tersebut. 

Mulai dari ‘meroket balasan, mentions, dan pencarian'. 

The Guardian juga menuliskan bahwa Twitter menjanjikan fitur ini akan segera hadir.

Baca Juga: Harga dan Spesifikasi Realme Smart TV Resmi, Biar Bisa Nonton Siaran Digital

Sebagai catatan, saat ini belum semua negara dapat memperoleh layanan tersebut. 

Namun, rencananya akan lebih banyak pengguna yang dapat memanfaatkannya di masa depan.

Twitter melalui situsnya menuliskan layanan tersebut tersedia di iOS untuk Amerika Serikat (AS), Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Inggris dengan rencana akan terus dikembangkan.

Twitter saat ini di bawah kepemimpinan Elon Musk memang banyak melakukan perubahan akun tersertifikasi. 

Selain harus berlangganan, tanda centang juga akan memiliki berbagai warna tidak hanya biru.

Melansir dari NDTV, centang biru digunakan bagi pengguna individu seperti selebriti maupun bukan. 

Load More