Suara Denpasar- Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong menilai bahwa pertandingan ketiga melawan Thailand akan menjadi gambaran babak semifinal dan final Piala AFF 2022.
Shin Tae-yong pun mengatakan kepada para pemainnya bahwa mereka harus menganggap seluruh laga layaknya laga final, tidak terkecuali melawan Thailand.
“Sebenarnya ini baru dua match dan match ketiga melawan Thailand dan ini sangat penting. Baru setelah selesai pertandingan ketiga akan terlihat bagaimana gambaran semifinal dan final seperti apa,” ucap Shin selepas pertandingan melawan Brunei Darussalam.
“Tapi saya selalu fokus ke setiap pertandingan. Seperti di pertandingan lawan Brunei ini saya anggap seperti final. Pemain juga harus punya mental seperti itu. Menganggap semua pertandingan seperti final,” imbuhnya.
Thailand sendiri baru saja meraih kemenangan 4-0 atas Filipina, beberapa jam setelah Indonesia sukses membantai Brunei Darussalam 7-0.
Kemenangan tersebut membuat Teerasil Dangda dkk bertengger di puncak klasemen grup A Piala AFF 2022 dengan raihan enam poin, unggul selisih gol (+9) dari Indonesia (+8) yang ada di bawahnya.
Laga ketiga menghadapi Thailand menjadi laga yang paling ditunggu-tunggu mengingat tim Negeri Gajah Putih tersebut kerap kali menjadi momok bagi timnas Indonesia.
Terakhir kali kedua tim bertemu adalah pada laga final Piala AFF 2020 lalu. Ketika itu, skuad Garuda harus takluk dalam laga dua leg dengan agregat 6-2.
Meski tidak diperkuat beberapa pemain intinya pada Piala AFF kali ini, Thailand masih memiliki pemain-pemain berpengalaman seperti Teerasil Dangda yang mampu mencetak dua gol ke gawang Filipina.
Baca Juga: 4 Tips Aman Meninggalkan Rumah saat Liburan Natal dan Tahun Baru, Jangan Sampai Terjadi Sesuatu!
“Thailand memang lawan yang tangguh. Makanya kita harus percaya diri pada pertandingan nanti. Intinya semua harus disiapkan dengan baik,” ucap Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang dikonfirmasi melalui Antara.
Menurutnya, timnas Indonesia harus bisa memanfaatkan kesempatan bertanding di hadapan pendukungnya sendiri.
Terlebih lagi mereka akan mendapatkan dukungan langsung dari ribuan suporter yang jumlahnya diprediksi lebih banyak dibanding saat melawan Brunei di Malaysia.
“Kapasitas yang diizinkan masuk stadion sebanyak 50 ribu penonton. Jelas jumlah ini cukup besar dan bisa saja bertambah,” kata pria yang hangat disapa Iwan Bule itu.
Selepas menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Kamis (29/12) sore, timnas Indonesia akan melakoni laga terakhirnya di babak grup Piala AFF 2022 dengan bertandang ke markas Filipina pada 2 Januari 2023. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Bantai Brunei: Buah Kepercayaan Shin Tae-yong kepada Anak Asuhnya
-
Ini Pesan Khusus Shin Tae-Yong di Balik Gacornya Performa Ilija Spasojevic Vs Brunei Darussalam
-
Piala AFF 2022: Menanti Strategi Luar Biasa Shin Tae-yong Jelang Indonesia vs Thailand
-
Piala AFF 2022: Thailand Musuh Bebuyutan Indonesia, Jangan Sampai Gugup dan Kalah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026