Suara Denpasar - Awas, wartawan bodong atau wartawan gadungan, juga kerap disebut 'wartawan bodrex' masih bergentayangan di sejumlah wilayah di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bahkan, dua orang ditangkap karena memeras kades.
Wartawan bodong atau wartawan bodrex memang masih menjadi duri dalam dunia pers. Dengan modus mengaku sebagai wartawan, mereka kerap melakukan pemerasan terhadap narasumber.
Seperti yang dilakukan Polres Bogor di Jawa Barat dengan melakukan bersih-bersih terhadap "wartawan bodong". Hasilnya, dua orang pria berinisial Y dan AZ ditangkap karena diduga memeras dengan nilai puluhan juta rupiah.
"Sudah kami tahan Y dan AZ," jelas Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto, Jumat (13/1/2023).
Dia menjelaskan, wartawan bodong Y dan AZ ini melakukan pemerasan disertai ancaman akan memberitakan sebuah kasus. Jika ingin tidak diberitakan, mereka meminta uang.
"Dia mengancam akan beritakan sesuatu. Kalau mau tidak diberitakan, suruh serahkan uang begitu," jelas Agus Supriyanto.
Kompol Agus menjelaskan, Y mengaku dari media Swara Desaku dan AZ dari Metro Media. Keduanya ditangkap pada Kamis (12/1) di Leuwisadeng, setelah meminta uang kepada kepala Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng.
Dia mengancam akan memberitakan suatu perkara di desa tersebut. Bila kepala desa mau memberikan uang, maka tidak diberitakan.
Yang mengejutkan, uang yang diminta wartawan bodrek berinisial Y dan AZ ini meminta uang yang banyak. Yakni Rp50 juta. Karena uang tidak diberikan, kemudian diturunkan permintaannya menjadi Rp32 juta. Karena tak disetujui, kemudian angkanya diturunkan lagi menjadi Rp15 juta.
"Terus Rp10 juta diserahkan, kemudian Rp5 juta minta waktu seminggu lagi," kata dia.
Tak berhenti di sana, kalau dalam seminggu uang sisanya, yakni Rp5 juta tak juga diberikan, Y dan AZ mengancam akan menurunkan berita kasus di Desa Sibanteng.
"Nanti kalau dalam waktu seminggu tidak diserahkan, naik berita gitu," jelas Kompol Agus.
Kompol Agus pun menjelaskan, perkara yang dijadikan bahan ancaman oleh wartawan bodong Y dan AZ adalah terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Bantuan Pangan NonTunai di Desa Sibanteng.
"Jadi dia menganggap di situ ada pungutan liar," kata dia.
Padahal, lanjut Kompol Agus, tidak terbukti kades melakukan pungutan liar. walau begitu, Kompol Agus mengakui ada dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum ketua RT RW.
Berita Terkait
-
Egi, Anak Angkat Kang Dedi yang Sempat Jadi Korban Bullying: Alat Kelaminnya Dioles Balsem
-
Bukan Anak Kandung, Cuma Bocah Ini yang Berani Bentak Kang Dedi Mulyadi: Bapak Cerai Ya?!
-
Kang Dedi Bawa Mang Imam Berobat, Derita Stroke, tapi Mau Berbagi dengan ODGJ
-
Pemerasan? Dedi Mulyadi Sebut Oknum Penyebar Video Viral Anne Ratna Mustika Minta Sejumlah Uang
-
Digugat Cerai Ambu Anne, Dedi Mulyadi Ngobrol Santai Bareng Dulle Si Pembuat Tato, Mau Bikin Tato?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting