Suara Denpasar - Kasus dugaan perselingkuhan antara Rihana dengan Rozy Zay Hakiki (Mertua- Menantu) hingga saat ini nampaknya belum menemui titik terang.
Baik Norma Risma, Rozy Zay hingga Rihana memberikan keterangan berbeda sesuai dengan versinya masing-masing.
Rihana yang merupakan ibu kandung dari Norma Risma ini dengan tegas mengakui bahwa dirinya memang kepergok tanpa busana bersama Rozy di kontrakan ketika anaknya tidak ada ditempat.
Namun alasannya buat warganet geleng-geleng kepala, dari kepanasan hingga kebiasaan Sholat yang tidak mengenakan busana menjadi dalih ketika memberikan klarifikasi.
Tentu hal itu membuat Norma Risma yang merupakan anak satu-satunya dari Rihana ini sakit hati melihat kelakuan sang ibu dan suaminya (mantan suami) tersebut.
Norma Risma yang baru-baru ini kembali muncul di publik usai dilaporkan oleh Rozy tentang pencemaran nama baik ke Polda Banten angkat bicara.
Risma yang hadir dalam podcast Ngobrol Asix mengaku kembali merasakan sakit hati dari ibunya, Rihana.
Risma mengaku terakhir kali setelah kejadian penggerebekan oleh warga mendapat chat dari ibunya.
Dimana chat tersebut pun dipilih tidak dibalas, karena menurutnya jika ditanggapi sang ibu akan menjadi marah.
Baca Juga: Dituduh Didukung Cukong Cina, Gibran Rakabuming Minta Alamat Haters untuk Beri Tiket Wisata Satwa
Namun dapat dipastikan bukan chat permintaan maaf yang Norma Risma terima.
“Minta maaf ga, tapi ada sih ngechat sekali,” katanya kepada Ashanty.
Namun Risma memilih tidak membeberkan isi lengkap chat yang dikirim ibunya tersebut, karena menurutnya sudah membuat dirinya sakit.
“Tapi aku ga bisa kasi tau disini chatnya apa. Kayaknya kalau aku balas berujung marah kalau menurut aku. Kayak sindiran gitu isi chatnya. Kayak ‘ini tuh viral’ ya gitu. Lumayan sakit (bacanya). Bukan minta maaf,” lanjutnya.
Meski demikian, Risma mengaku saat ini sudah ikhlas atas apa yang menimpa hidupnya saat ini dan telah memaafkan sang ibu.
Namun untuk saat ini atau kedepannya, Risma mengaku belum tahu apakah bisa berkumpul kembali dengan sang ibu. Karena, meski sudah memaafkan kesalahan Rihana, Norma Risma mengaku pasti akan tetap terbayang dengan kejadian yang pernah dialami itu.
“Belum tau itu bun, walaupun sudah maafin tapi kan belum bisa lupain kejadian itu, disaat orang-orang ada masalah itu cerita sama ibunya, kalau aku kayak gini. Jadi belum tau kedepannya bagaimana. Kalau maafin ya aku sudah maafin,” katanya lagi. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
-
Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman
-
7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia