Suara Denpasar- Persib Bandung terancam sanksi jika komite disiplin PSSI menjatuhkan sanksi usai ada bentrok suporter di laga melawan PSS Sleman pada Minggu (5/2) sore.
Teddy Tjahjono selaku Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Teddy Tjahjono menyampaikan permohonan maafnya pasca insiden di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Teddy kembali mewanti-wanti suporter untuk tertib dalam menghadiri laga Persib Bandung, terlebih sebagai tuan rumah.
Sebab kata dia akibat ulah oknum seperti inilah yang membuat Persib Bandung kata dia kesulitan menggelar pertandingan dengan kehadiran suporter.
Dia menegaskan jangan sampai peristiwa ini terulang kembali lantaran yang dirugikan adalah Persib Bandung sendiri.
"Akibat ulah oknum kelompok suporter yang tidak bertanggung jawab inilah yang membuat Persib kerap kesulitan mendapatkan izin penyelenggaraan pertandingan, apalagi dengan kehadiran penonton," demikian pernyataan resmi klub dilansir pada Senin (6/2).
Dalam bentrok suporter ini mengakibatkan dua orang terluka, yakni dari PSS dan Persib Bandung.
"Atas nama Persib, kami menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, termasuk teman-teman dari Sleman yang diperlakukan tidak semestinya selama di dalam dan di luar stadion," ujar Teddy.
Manajemen Persib Bandung berjanji terus meningkatkan koordinasi, komunikasi dengan berbagai pihak.
Baca Juga: Nagita Slavina Ungkap Nikah dengan Raffi Ahmad Bukan karena Cinta, Kepentok Doang?
Kedua korban bentrok ini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan menjalani pengobatan jalan.
Sementara itu hingga kini belum ada kabar dari Komite Disiplin PSSI terkait dengan hal tersebut. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten