/
Jum'at, 17 Februari 2023 | 12:20 WIB
Kakek Sutrisno menangis gara-gara Kang Dedi Mulyadi sampai pukul tangannya sendiri. (Kolase Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Seorang kakek tua bernama Sutrisno asal Kalideres, Jakarta Barat akhirnya bertemu dengan Dedi Mulyadi.

Momen yang tak disengaja itu akhirnya menjadi sebuah pertemuan yang menjadi jalan rezeki bagi kakek Sutrisno

Sutrisno adalah seorang lansia berusia 81 tahun yang bekerja sebagai kuli bangunan. Ia mengaku sudah 2 bulan lamanya tak mendapatkan pekerjaan lantaran umurnya yang sudah tak lagi muda. 

Mendapati hal itu, Dedi Mulyadi lantas bertanya bagaimana kakek Sutrisno menghidupi keluarganya, apalagi masih memiliki seorang anak berusia SMP. 

Kakek Sutrisno menceritakan bahwa sementara ini ia bekerja sebagai kuli cuci dengan gaji Rp500 ribu per bulan.

"Untuk sementara kuli nyuci pak, lima ratus ribu sebulan,” jawab kakek Sutrisno.

Dedi Mulyadi pun lantas menawari kakek Sutrisno untuk bekerja kepadanya dengan menjadi salah satu tukang selama ia membangun rumah baru di Kalibata. 

Kakek Sutrisno yang kaget tak percaya ia akhirnya mendapatkan pekerjaan, ia lantas menerima tawaran itu dan mengucapkan terimakasih kepada Kang Dedi

Hal mengharukan sekaligus penuh emosi terjadi saat Kang Dedi menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada kakek Sutrisno. 

Baca Juga: Titiek Puspa Berencana Merampok Bank: Daripada Begini Bayarannya Kecil

"Nih Pak, saya bayar," ucap Kang Dedi sembari menyodorkan uang. 

Kakek Sutrisno yang kaget lantas keheranan. "Loh saya ngga kerja kok," seru kakek Sutrisno. 

Dedi Mulyadi yang mendapati jawaban itu lantas menjelaskan bahwa uang tersebut selaku uang muka karena kakek Sutrisno bekerja kepada dirinya. 

Alih-alih menerima, kakek Sutrisno justru menjelaskan kepada Kang Dedi bahwa dirinya pantang mengemis. 

"Pak Islam itu mengajarkan tidak boleh mengemis pak. Islam nggak mengajarkan mengemis pak," ungkapnya dengan kalimat terbata-bata karena menangis. 

Tak berhenti di situ, kakek Sutrisno malah memukul tangannya sendiri untuk menunjukkan kepada Dedi Mulyadi bahwa dirinya masih sanggup bekerja. 

Load More