Suara Denpasar - Seorang pria lansia berumur 81 tahun mengajarkan semua penonton YouTube Kang Dedi Mulyadi tentang hal ini.
Namanya Sutrisno. Dia cukup berbeda dengan orang-orang yang pernah dibantu Kang Dedi Mulyadi. Saat Kang Dedi Mulyadi memberinya sejumlah uang, dia menolak dengan mengatakan bahwa Islam tidak mengajarkan orang untuk mengemis.
Awalnya Kang Dedi Mulyadi menghampiri Sutrisno yang sedang berdiri di pinggir jalan. Kakek Sutrisno menuliskan 'Cari Kerja' di sepeda yang dia bawa. Kang Dedi Mulyadi kemudian menghampirinya.
Kepada Kang Dedi Mulyadi, Kakek Sutrisno menceritakan bahwa dirinya sudah dua bulan tidak bekerja. Pekerjaan yang dia cari adalah menjadi kuli bangunan.
Dia sudah berkeliling menawarkan jasa ke rumah-rumah untuk memperbaiki apapun yang bisa diperbaiki. Namun berdasarkan ceritanya kepada Kang Dedi, dia belum mendapatkan pekerjaan itu.
Mendengar itu, Kang Dedi Mulyadi kemudian mengajak Sutrisno ikut bersamanya di dalam Mobil. Dalam perjalanan Kang Dedi menawarkan agar Sutrisno bekerja sebagai tukang di rumahnya yang baru akan dibangun.
Selain itu, selama menjadi tukang bangunan di rumah Kang Dedi Mulyadi, makan akan ditanggung tiga kali sehari.
Setelah melewati beberapa percakapan, Kang Dedi Mulyadi mengeluarkan segepok uang untuk diberikan kepada Sutrisno. Melihat itu Sutrisno enggan menerima uang tersebut karena belum bekerja.
Kang Dedi kemudian mengatakan bahwa uang itu sebagai DP (uang muka) dirinya sebagai tukang. "Bukan gak kerja, ini DP," kata kang Dedi Mulyadi kepada kakek Sutrisno, dikutip denpasar.suara.com dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi, Rabu, (15/2/2023).
Baca Juga: Wah! IPW Menilai Vonis Hakim Richard Eliezer dan Ferdy Sambo Sarat Muatan Politis
Kakek Sutrisno menolak uang pemberian Kang Dedi Mulyadi tersebut. Dia baru akan menerima uang itu jika dirinya sudah bekerja.
"Islam tidak mengajarkan mengemis pak, ini masih punya tenaga," kata kakek Sutrisno.
"Bukang ngemis. Bapak kan kerja di saya, kan istrinya ditinggal di rumah. Nah ini buat dititipkan ke istri bapak selama bapak kerja di saya," jelas Kang Dedi Mulyadi.
Kakek Sutrisno tetap menolak uang tersebut, namun setelah berkali-kali dijelaskan oleh Kang Dedi Mulyadi, akhirnya dia mau menerima.
Hikmah apa yang bisa diambil dari Kakek Sutrisno? Tentunya adalah apabila masih bisa bekerja, maka bekerjalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan orang-orang yang dicintai. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
Rombak Skuad, Persija Jakarta Lepas 3 Pemain Lokal Eks Timnas Indonesia
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Jumlah Penonton Terbanyak: Laga Messi hingga Mbappe Jadi Magnet
-
Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi, Tampil di Enam Edisi Piala Dunia
-
Publik Aljazair: Messi Anak Emas, Lakukan Pelanggaran Brutal Tak Dapat Kartu Merah
-
Roberto Martnez Akui Portugal Kehilangan Arah Usai Cetak Gol ke Gawang Kongo
-
Hujan Gol Piala Dunia 2026 Babak I Inggris vs Kroasia: Harry Kane Cetak Gol ke-168
-
Kata-kata Bijak Cristiano Ronaldo Usai Main Buruk Laga Portugal vs RD Kongo
-
Piala Dunia 2026 Sedang Panas, Ryan Giggs Pilih Basah-basahan dengan Wanita Muda
-
Hasil Piala Dunia 2026: Kongo Cetak Sejarah, Cristiano Ronaldo Melempem
-
FIFA Dianggap Lebay, Tutup Logo Sponsor di 64 Ribu Kursi Stadion Piala Dunia 2026