Suara Denpasar- Polrestabes Semarang saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dengan kerusuhan suporter PSIS Semarang yang bentrok dengan petugas kepolisian.
Akibat bentrok suporter PSIS Semarang dengan kepolisian ini banyak fans dari skuat Panser Biru ini yang terkena gas air mata.
Selain itu akibat bentrok dengan suporter PSIS Semarang ini ada tujuh orang petugas kepolisian yang mengalami luka-luka.
Untuk menindaklanjuti bentrok ini, penyidik kepolisian tengah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang pendukung PSIS Semarang.
Mereka diamankan dalam bentrok yang berlangsung di depan Stadion Jatidiri Semarang.
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, mengatakan 16 orang tersebut diperiksa berkaitan dengan dampak bentrokan yang mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan kendaraan bermotor.
"Saat ini masih dalam pemeriksaan. Sejauh mana perannya, kualitas keterangannya, akan dipadukan dengan alat bukti lainnya," katanya dilansir dari laman Antara, Sabtu (18/2).
Bentrok ini dipicu dengan adanya larangan menghadiri derbi Jateng antara PSIS vs Persis Solo.
Ribuan suporter tetap nekat datang ke stadion sehingga memicu bentrok dengan kepolisian.
Laga Persis vs PSIS berakhir dengan sama kuat yakni dengan skor 1-1.
Baca Juga: Ikhlas dengan Vonis Ringan, Orang Tua Brigadir J Restui Richard Eliezer Jika Kembali ke Polri
PSIS tetap kokoh di posisi delapan klasemen Liga 1 dengan jumlah poin adalah 33. Sedangkan Persis Solo berada di posisi 10 dengan poin 30. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Tren Lari Baru di Jakarta, Padukan Olahraga dan Budaya Kuliner Nusantara
-
Serangan Rudal Iran Terancam Melebar ke Laut Kaspia karena Ulah Ukraina Ini
-
6 Sepatu Lari Lokal untuk Kaki Datar, Nyaman dan Stabil Dipakai Daily Run
-
5 Tablet Harga Terjangkau dengan Baterai Tahan Lama: Mulai Rp1 Jutaan, Performa Kencang
-
Sisi Gelap Drama The East Palace: Ketika Kekuasaan Membutakan Hati Nurani
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
-
APBN Defisit, Purbaya Sepakat Barantin dan Bea Cukai Barengan Awasi Ekspor-Impor
-
Penetrasi Rendah, Edukasi Asuransi Keluarga Digencarkan di Hari Anak Nasional
-
Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
-
Mengurai Symbolic Immortality dan Obsesi Prabowo Menciptakan Program Baru