Suara Denpasar - Hal yang kontroversial memang akan selalu menarik untuk diperbincangkan.
Di negara yang tidak terlalu heterogen layaknya di Eropa, kontroversi selalu ramai diperbincangkan walau tentang urusan pribadi.
Kontroversi dari Gita Savitri Devi ramai diperbincangkan warganet Indonesia, karena pilihannya untuk childfree.
Pasangan asal Indonesia itu kini tengah berkarir di Eropa, tepatnya di Jerman.
Membagikan keinginannya untuk childfree di media sosial, Gita Savitri Devi mendapat berbagai komentar.
Komentar pun beragam, ada yang memilih untuk menghormati keputusan keduanya.
Tak sedikit juga yang akhirnya menghujat sang influencer, dengan karir sukses di negeri orang itu.
Menanggapi hal itu, salah satu infotainment tanah air mencoba untuk menelisik penyebab dibalik pilihan pasangan yang memilih untuk childfree itu.
Melalui acara Cumicumi seorang psikolog mengungkapkan kemungkinan dipilihnya childfree oleh Gita Savitri Devi dan Paulus Andrea Partohap.
Baca Juga: 4 Ciri Ini Menunjukkan Softlens Kamu Sudah Tidak Layak Dipakai
"Yang pertama adalah faktor edukasi keluarga yang memang membebaskan cara berpikirnya," ungkapnya psikolog yang tidak disebutkan namanya itu.
"Selanjutnya karena faktor traumatik dari masa kecil, sehingga memiliki anak itu stres," ungkapnya lagi.
"Yang ketiga faktor budaya," tambahnya.
Gita Savitri Devi merantau ke Jerman saat usianya 18 tahun, ia mengaku tak menampik budaya yang ada bagai sponge yang mudah menyerap air.
Ia juga menerima lingkungan barunya tanpa harus merasa tidak enak untuk meninggalkan budaya ibunya yang sangat jauh berbeda dengan budaya Eropa.
Mendapat dukungan dari suami, Gita Savitri Devi kokoh pada pendiriannya walau usianya terus bertambah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta Jelang Bela Timnas Indonesia
-
Manchester City Juara Carabao Cup Usai Tumbangkan Arsenal 2-0
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil