Suara Denpasar - Baru-baru ini viral kasus cinta tolak yang melibatkan seorang warga India bernama Azib Ali dan perempuan Indonesia Syarifah Haerunnisa.
Diceritakan Azib Ali dan Syarifah berkenalan lewat sebuah group WhatsApp setahun yang lalu. Singkat cerita mereka pun pacaran.
Azib Ali kemudian memutuskan datang ke Indonesia tepatnya di ke Desa Rumpia, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan untuk meminang gadis yang ia cintai itu.
Namun sayang dia ditolak oleh Syarifah dan keluarga dengan alasan Syarifah sudah memiliki tunangan.
Kasus warga Prindapan (sebutan netizen Indonesia untuk orang India) ditolak ini perempaun Indonesia ini pun sampai saat masih viral di media sosial.
Bahkan salah satu kanal YouTube Beranda Gosip menarasikan bahwa Presiden Jokowi meminta maaf kepada Perdana Mentri India Narendra Damodardas Modi atas kasus tersebut.
Selain itu, YouTube tersebut juga mengatakan seorang politisi senior di India memberi sorotan keras terhadap Indonesia. Sehingga nama Indonesia menjadi tercoreng.
Selain narasi di atas, YouTube tersebut menuliskan pada judulnya bahwa "Miris! Nama Baik Indonesia Tercoreng Karena Berita Viralnya Azib Ali dan Haerunnisa," dikutip denpasar.suara.com, Minggu (26/2/2023).
Namun apakah kabar Jokowi Minta Maaf Kepada Perdana Mentri India Narendra Damodardas Modi Benar?
Mari cek faktanya, mengingat video yang baru saja diunggah tersebut (26/2) sudah ditonton sebanyak 6 ribuan penonton dan ratusan like.
Setelah diteliti dengan seksama, kabar yang diwartakan kanal YouTube 'Beranda Gosip' tersebut berpotensi hoax. Hal ini karena tidak adanya data yang mendukung kabar tersebut.
Dalam video tersebut tidak ada kutipan resmi dari Jokowi yang diklaim telah meminta maaf kepada Perdana Mentri India. Tidak ada juga kutipan pernyataan politisi India yang menyoroti Indonesia seperti yang dinarasikan. Tidak juga menyebutkan siapa politisi India yang dimaksud.
Dalam video itu hanya berisi foto, Jokowi, Perdana Mentri India Narendra Damodardas Modi, Azib Ali dan Syarifah Haerunnisa yang sudah di edit. Kemudian dinarasikan seolah kabar itu benar adanya.
Dengan adanya kejanggalan-kejanggalan dan tidak ada data pendukung tersebut, maka dapat dipastikan bahwa kabar tersebut hoax atau bohong. (*/Aryo)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
4 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga Rp 300 Ribuan dengan Kualitas World Class
-
Tak Terima Ibunya Disebut 'Penyakitan', Pria di Pandeglang Cekik Kekasih hingga Tewas
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
PFI Bogor Gelar Bedah Foto APFI 2026, Soroti Risiko dan Etika Jurnalisme Visual Dunia
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless
-
Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif